• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelayanan pada lingkungan

Dalam dokumen status dunia trkini Sumber Daya Genetik (Halaman 125-127)

Manfaat dan Nilai Sumberdaya Genetik Ternak

GAMBAR 35 Ekspor neto – telur

7 Pemanfaatan dan nilai lain

7.3 Pelayanan pada lingkungan

Ternak dapat memberikan kontribusi positif pada pertamanan dan penanganan lingkungan. Fungsi ini khususnya diakui di wilayah maju seperti di Eropa dan Kaukasus. Binatang yang merumput seperti sapi, kuda dan ruminansia kecil memainkan peran dalam mempertahankan dan meregenerasi tanaman rumput, tanaman perdu lahan datar. Laporan dari Serbia dan Montenegro (2003), mencatat bahwa keragaman hayati dari padang rumput yang terancam punah terjadi karena tidak adanya populasi ternak penggembalaan di area pegunungan. Laporan dari Slovenia (2003) melaporkan bahwa ruminansia kecil dapat membersihkan area yang penuh ditumbuhi semak, yang rawan terhadap kebakaran. Keledai yang merumput dapat memainkan peran yang sama dalam pengaturan pertamanan dan pencegahan kebakaran (laporan Croatia, 2003). Laporan dari Inggris (2002) mencatat peranan kuda kerdil (pony) dalam membersihkan semak.

Di tempat lain di dunia, sistem produksi penggembalaan yang berpindah-pindah merupakan alat yang efisien untuk menghasilkan makanan dalam cara yang berkelanjutan dari lahan dimana sumber daya padang rumput sangat kecil dan berfluktuasi (laporan Mali, 2002). Laporan dari Côte d’Ivoire (2003) mencatat penggunaan ternak dalam produksi tanaman pertanian dapat mengurangi kebutuhan herbisida. Selanjutnya sebagai konsekuensi penggunaan kotoran ternak sebagai sumber pupuk dapat meningkatkan keragaman microflora dan microfauna (laporan Mali, 2002). Pada perkebunan, khususnya di Asia, sapi mempunyai peranan dalam mengontrol gulma dan semak, memfasilitasi dalam pemanenan kelapa. Di Malaysia, bangsa sapi Kedah- Kelantan sesuai untuk digunakan pada perkebunan (laporan dari Malaysia, 2003). Meskipun breed tersebut menunjukkan

pertumbuhan yang lambat, tetapi dapat beradaptasi dengan baik pada lingkungan yang menantang. Pemenuhan permintaan untuk breed

ini terbukti menjadi masalah, dan kesenjangan ini harus diisi melalui impor sapi seperti sapi Brahman dari Australia (ibid.).

Dari sudut pandang pelestarian bangsa ternak langka atau yang non komersil, peran ternak dalam manajemen lingkungan mempunyai implikasi positif. Dua faktor yang dapat dilihat: (i). Keinginan untuk pelestarian lingkungan berjalan bersamaan dengan keinginan untuk mempertahankan budaya dan aspek sejarah lainnya dari kehidupan pedesaan termasuk ternak, (ii). Bangsa ternak yang diadaptasikan dengan lingkungan lokal mungkin cocok untuk grazing khusus di padang penggembalaan yang kurang baik. Laporan dari Germany (2004), sebagai contohnya menyebutkan breed domba seperti Heidschnucken, Skudden dan Bergschaf dan juga breed sapi seperti Hinterwälder dan

Rotvieh Zuchtrichtung Höhenvieh. Namun, tidak perlu ada tumpang tindih antara dua tujuan tersebut di atas dalam hal pemilihan breed. Breed terbagus untuk manajemen lingkungan mungkin bukan breed asli dari negara

bersangkutan. Di Belanda contohnya ternak yang sering digunakan untuk manajemen lahan sapi Heck atau sapi dataran tinggi Scottish dan sapi Iceland atau kuda kerdil Konik dari pada

breed lokal (laporan Belanda, 2004).

Konsumen yang prihatin dengan dampak lingkungan merupakan faktor yang memotivasi perubahan sistem produksi ternak. Pertanian organik di perluas pemasarannya di negara seperti Swedia yang dipromosi oleh kebijakan pemerintah (laporan Sweden, 2002), dan potensinya diakui di beberapa negara dimana pemeliharaan ternak dilakukan dengan masukan input luar yang rendah. Perluasan dari produksi organik berpotensi untuk mempromosikan pemeliharaan breed lokal yang beradaptasi baik

– terutama dalam kasus babi dan unggas yang dipelihara dalam kondisi di luar ruangan.

Karakteristik lebih jauh dari ternak adalah kapasitasnya dalam mengubah “limbah” (hasil samping industri pertanian, sisa makanan) menjadi produk yang bermanfaat. Apabila metode pembuangan limbah memerlukan biaya mahal atau merusak lingkungan (e.g. dibakar atau ditimbun di tempat pembuangan sampah), maka Peran ini menghasilkan keuntungan lain (susu, daging dll.) yang diberikan ternak. Peran ternak sebagai pengubah limbah mungkin berlaku pada level rumahtangga – pada pembuangan limbah dapur dan limbah tanaman ; di sekiar lingkungan tempat tinggal. Contohnya, pengumpulan sisa dari pasar atau bisnis lainnya oleh petenak babi skala kecil; atau pemeliharaan skala besar yang menggunakan hasil samping dari industri pengolahan makanan. Potensi dari ternak untuk menggunakan bermacam Kotak 13

Sejarah dari sapi Abu-abu Hungaria – perubahan penggunaannya dari waktu ke waktu

Asal genetika sapi Hungarian Grey belum diidentifikasi. Nenek tetuanya mungkin berasal dari daerah Asia atau dari Mediterrania, dan kontribusi genetika berasal dari aurochs liar sudah diusulkan. Karakter breed yang dikembangkan lambat dibawah peternakan breeder

Hungaria dari cekungan Carpathia. Antara abad empat belas dan tujuh belas di ekspor dalam skala besar, dengan kumpulan/kelopmpok meliputi ratusan kilometer ke Nürnberg, Strasburg atau Venice. Permintaan muncul untuk ”merek dagang” dengan tampilan yang

menggaransi kualitas daging sapi Hungaria. Ternak tanduk panjang dengan bentuk badan bagus, keras, karakter sehat, dan kualitas daging sangat bagus sangat dihargai oleh pembeli kontemporer.

Pada awal abad delapan belas mulai periode baru dalam sejarah breed, sebagai populasi urban meluas dan keperluan suplai akan produk pertanian. Sebagai permintaan utama adalah cereal (biji-bijian jenis padi- padian), akibatnya peternakan secara ekstensif menurun. Dalam periode ini, fungsi breed bergeser pada produksi sapi jantan pekerja. Perusahaan gula Czech menilai sapi tersebut dari kecepatan bergeraknya dengan kebutuhan pakan yang sederhana, disamping hidupnya yang panjang. Dengan pengenalan traktor setelah perang dunia pertama banyak pertanian membuang sapi Hungaria greynya.

Pada tahun 1931, Asosiasi Nasional Breeders Sapi Hungarian Grey, didirikan dan aktivitas breeding

dirangsang. Akan tetapi pada perang dunia kedua kegiatan ini rusak parah dan banyak ternak dihancurkan. Setelah periode perang, karena produksi susu yang rendah berarti bahwa jumlah breed menurun sangat cepat.

Hal ini disebabkan oleh kebijakan pemerintah lebih menyukai perkawinan silang dengan sapi Soviet Kostroma. Pada awal 1960, kawanan yang masih tinggal ditemukan di tiga peternakan pemerintah, dengan total ternak teridri dari enam pejantan dan 160 induk. Namun, pada waktu itu, idenya adalah untuk mempertahankan

breed langka di Hungaria, dan Peternakan Pemerintah mengijinkan dua lagi kawanan lagi dibentuk. Karena patriotisme menempel pada breed ini, dan pemberian

subsidi pemerintah yang sedikit tetapi permanen membuat populasinya meningkat. Pada tahun 2002, jumlah sapi sudah mencapai 4.263.

Sekarang, fungsi breed termasuk pelestarian padang gembalaan di Taman Nasional, breeding hobi dan perannya dalam atraksi pariwisata. Dengan respek produksi daging, breeder dan Asosiasi Breeders sapi

Hungarian Grey bertujuan mengatur pengolahan daging dan mengembangkan produk bernilai tinggi seperti sosis khusus.

__________

Untuk informasi lebih jauh lihat: Workshop Hungarian Grey Hungarian Grey (2000); Bodó (2005).

“alternatif” sumber pakan diakui dalam sejumlah laporan negara-negara (Laporan Lao People’s Democratic Republic, 2005; Laporan Malaysia, 2003; Laporan Mauritius, 2004). Bahan pakan tersebut bervariasi kondisinya, dan untuk efisiensi penggunaannya cenderung memerlukan keragaman populasi ternak. Laporan dari Mauritius (2004) mencatat bahwa SDGT lokal dapat lebih baik memanfaatkan hasil samping yang tersedia in di dalam negara dibanding breed eksotik.

Dalam kasus beberapa hasil samping, tentu saja terdapat penggunaannya alternatifnya (seperti bahan bakar hayati); dan mungkin ada hambatan untuk penggunaannya sebagai pakan ternak. Contohnya selain untuk penyambung hidup ternak, daur ulang dari limbah makanan sangat dibatasi oleh alasan higienis. Masalah lain termasuk kesulitan transportasi material yang volumenya besar, biaya pengolahan dan suplai musiman (laporan Malaysia, 2003). Namun dengan perbaikan metode pengolahan dan kesadaran yang lebih baik akan nilai nutrisi bahan pakan tersebut, ada potensi dalam meningkatkan kontribusi ternak untuk memanfaatkan limbah seara produktif dari aktivitas lain (ibid.).

8 Peran ternak untuk masyarakat

Dalam dokumen status dunia trkini Sumber Daya Genetik (Halaman 125-127)