+++
23. Psikologi Bencana Alam
Saya sudah lihat sejak meletusnya Gunung Merapi bahwa perlu ada pemaksaan negara untuk mencegah pengungsi bertahan atau masuk kembali ke radius bahaya. Contoh nyatanya adalah Mbah Marijan yg walaupun sudah dibawa turun akhirnya naik kembali ke atas Merapi, seperti kemasukan Jin. Sebenarnya goncangan jiwa, stress berat, dan bukan kemasukan apapun.
Makanya perlu ketegasan negara untuk memaksa. Demi keselamatan, semua harus dipaksa untuk keluar dan tidak masuk lagi ke radius bahaya. Tapi, seperti biasa, aparat negara tidak berdaya. Tidak berani tegas, dan menyalahkan nasib, ketika puluhan korban jatuh lagi, mati sia-sia seperti di Sinabung kemarin.
Bukan tumbal, tapi kekonyolan pejabat negara. Tidak berani tegas untuk menahan orang-orang yg stress berat agar bertahan di pengungsian sampai bahaya lewat. Orang yg stress berat harus dipaksa secara fisik. Sama saja seperti memperlakukan anak kecil yg tidak bisa berpikir. Di negara-negara Barat, keadaan darurat bencana alam tidak diperlakukan seenaknya seperti di Indonesia. Tidak menyalahkan takdir. Atau apapun istilahnya. Ada prosedurnya ketika aparat penyelamatan oleh negara memberikan aba-aba untuk mengungsi, dan langsung akan tarik orang yg mencoba untuk bertahan. Langsung diangkat paksa tanpa argumentasi bertele-tele. Ini
keadaan darurat.
Saya sebut Mbah Marijan cuma untuk intro saja. Sekarang kita bicara Sinabung. Yg saya sayangkan, kelakuan Mbah Marijan membawa korban orang lain juga. Ada crew TV yg mengejar Mbah Marijan ke atas ikut tewas. Sudah lewat, tidak perlu dibahas. Yg penting, lain kali, semacam Mbah Marijan harus ditangani dengan tegas. Dan dikurung supaya tidak bisa naik lagi ke radius berbahaya di atas gunung. Harus mulai penanganan bencana alam secara modern. Tidak bisa menyalahkan Jin dan penunggu gunung, dlsb.
Bencana alam tidak perlu dihubungkan dengan pemimpin negara, yg penting profesionalitas penanganan bencana. Harus menguasai psikologinya. Psikologi bencana alam. Orang yg terkena bencana alam semuanya stress, bisa diam saja tidak mau mengungsi. Tidak ada gunanya untuk membujuk karena tidak ada lagi waktu. Harus siap evakuasi paksa. Termasuk digotong paksa. Tanpa banyak bicara.
Kalau ada kesimpang-siuran seperti sekarang di Sinabung, aman tapi tidak aman, maka yg paling bertanggung-jawab adalah pemda setempat. Bersama-sama dengan tim penanggulangan bencana lokal. Yg saya tuliskan cuma prinsip umum. Sekarang, maukah yg paling bertanggung-jawab maju ke depan dan mengaku salah? Atau, mungkin, semuanya menyalahkan takdir? Takdir tinggal di wilayah gunung berapi?
Rangkaian gunung berapi yg masih aktif di satu bumi ini memang melintasi semua wilayah Indonesia. Dari bagian Indonesia paling Barat sampai paling Timur, dari situ naik ke Utara, masuk seluruh wilayah Philipina, dan dari situ naik ke atas lagi, masuk wilayah Jepang, sampai ke Jepang paling Utara. Setelah itu baru menyeberang ke benua Amerika.
T = Mas Leo, apa kabar? Akhir-akhir ini saya sering samadhi kalo malam dan di pagi hari tapi sering kebablasan tidur, apa itu cara yang kurang tepat? Dan yang tepat tuh gimana? jika ada advis buat saya.
J = Matanya buka sedikit, dan jangan ditutup semuanya.
T = Akhir akhir ini pula saya sering mimpi dan saya tidak bisa memahami artinya. Saya 2 kali mimpi yang sama lihat orang meninggal dan mereka ribut dimakamkan dimana, tapi ada orang yang sudah tua dia bilang "ini tempatnya." Saya melihat sebidang tanah yang sempit seukuran 1 x 2 meter namun di atas tanah itu ada rerumputan yang indah berwarna hijau yang tampak sekali beda dengan tempat-tempat yang lain. Di tengah rumput itu ada rumput yang warnanya hijau membentuk lingkaran berlapis-lapis sangat indah bahkan saya tidak bosan untuk melihatnya.
J = Kemungkinan anda melihat simbol dari tubuh manusia. Secara fisik manusia cuma tanah, disimbolkan oleh kuburan berukuran 1 x 2 meter itu. Sebagai tanah, tubuh kita ditumbuhi macam-macam rumput. Bisa terlihat seperti berlapis-lapis lingkaran yg tidak lain dan tidak bukan merupakan simbol dari cakra atau pusat-pusat energi utama di tubuh manusia. Bisa juga diartikan, anda melihat simbol dari tubuh fisik anda sendiri. Memang tanah, dan memang memiliki cakra-cakra utama yg, kalau digambarkan, bisa berbentuk lingkaran-lingkaran yg tampak indah.
T = Yang kedua saya beberapa kali mimpi yang sama melihat orang yang lagi selamatan dan ada tumpeng di tengah-tengahnya. Dan mimpi-mimpi itu selalu muncul pada saat saya meditasi sampai ketiduran. Ketika bangun saya lupa mimpi itu tapi setelah beberapa hari baru ingat kembali.
J = Tumpeng juga simbol gunung. Simbol dari tanah atau tubuh fisik manusia. Kemungkinan itu tubuh fisik anda sendiri. Jadi, anda seperti diarahkan untuk memperhatikan tubuh fisik anda. Itu yg saya bisa "baca" dari dua mimpi anda ini.
T = Kenapa ya mas kok selalu mendapat mimpi yang karakternya hampir sama tapi berulang-ulang terus? Kira-kira apa maksud yang ditunjukkan dari kesadaranku itu ya?
J = Mimpi akan berulang terus sampai kesadaran melek kita bisa menangkap pesan apa yg disampaikan oleh alam bawah sadar kita. Kalau anda bisa menangkap pesan dari mimpi-mimpi itu, dan mengambil keputusan atau langkah secara sadar ketika anda melek, tentu saja mimpi yg sama tidak akan muncul lagi. Ceritanya sudah berganti.
T = One more thing, di kuping saya setiap saat selalu bunyi seperti suara suara campur-baur binatang/ getaran suara alam di malam hari, dulu tidak pernah seperti itu, apa itu dan kenapa bisa seperti itu? Dan sering kali kalo ada sesuatu (bencana alam misalnya gejolak Merapi, beberapa kali bergejolak) beberapa kali pula badanku kok itut terasa lemes, capek, sakit semua padahal saya sedang tidak dalam aktivitas yang menyita tenaga atau fikiran dan setelah denger berita... atau beberapa jam kemudian tanpa minum suplement apapun badan saya seger bugar kembali. Itu terjadi sejak kira-kira 1 bulan terahir.
J = Tubuh fisik kita merupakan bagian tak terpisahkan dari alam semesta fisik. Kalau sensitif, kita bisa ikut merasakan perubahan alam di tubuh kita sendiri. Jadi yg seperti itu gak usah dipikirin. Saya juga sensitif terhadap perubahan cuaca, tapi mau gimana lagi?
-
Barusan seorang teman mengingatkan saya akan percakapan kami tiga tahun lalu di facebook. Katanya dulu pernah cerita kepada saya dapat mimpi gunung runtuh, dan di balik reruntuhan itu gunung terlihat orang-orang membangun candi. Mungkin saya mengartikannya secara simbolik saat itu, tapi tiba-tiba orangnya bilang kepada saya pagi ini, itulah gunungnya, Sinabung.
Meletus atau runtuh, dan setelah ini akan muncul kebangkitan Hindu karena terlihat di mimpinya orang-orang membangun candi. Karena saya konservatif, maka akan saya artikan secara
simbolik pula, walaupun sudah jelas ditunjukkan itu Sinabung. Ya, bangkitnya Hindu, jawab saya. Hinduisme artinya pluralisme karena ada begitu banyak Tuhan. Banyak Tuhan banyak
rejeki. Dan, tentu saja anda juga perlu tahu bahwa Sinabung meletus beberapa minggu lalu, persis setelah kita selesai meditasi online bersama di group Spiritual Indonesia. Semua sinkron, tidak ada yg kebetulan. Dan untuk pertanyaan baru dari teman ini, tentang apakah benar Hindu akan bangkit di Tanah Karo, saya jawab: Karo simbol bagi seluruh Indonesia. Inilah yg namanya membaca pertanda alam. Harus berhati-hati, jaga kredibilitas dan integritas.
Tiba-tiba orangnya muncul lagi di depan saya secara ghoib dan bilang: "Delapan tahun yang lalu Leo, saat jaman milis Yahoo."
Oh, saya sendiri baru tahu kalau orangnya sudah surat-suratan dengan saya sejak kita masih bermarkas di Yahoogroup delapan tahun lalu, facebook belum ada. Waktu itu kita masih remaja, sekarang sudah setengah tua. Dan belum pernah satu kalipun bertatap muka. Dari banyak surat-suratannya, saya cuma ingat bahwa teman yg satu ini bisa spontan menari. Tarian kuno dari Tanah Karo, tak ada lagi yg bisa. Dan teman ini bisa begitu saja walaupun tidak pernah belajar menari. Mungkin kesurupan leluhur.
Mimpinya tentang gunung runtuh diceritakan kepada saya bertahun-tahun yg lalu. Kalau tidak diingatkan, saya lupa. Ketika disebutkan lewat inbox facebook tadi pagi, saya ingat lagi. Gunung runtuh maksudnya lava yg mengalir ke bawah. Dan setelah itu orang membangun candi di balik reruntuhan itu gunung. Simbolik memang. Kalau gunung itu diartikan Sinabung, dan candi diartikan tubuh yg utuh, maka artinya akan muncul gerakan menuju keutuhan diri manusia. Dimulai dari wilayah sana.
Lalu orangnya protes lagi: "Terimakasih Leo, sudah ingat saya dan tarian itu...*love you much.. btw, saya masih muda koq... heu heu heu."
Saya diam saja karena saya juga masih muda.
T = Mas Leo, saya mao cerita ya... Saya ini gadis biasa yg gak ngerasa punya bakat apa-apa dalam hal spiritual. Saya senang meditasi karena saya suka, bukan karena saya bisa ngerasain sensasi yg gimana-gimana. Sebelumnya saya selalu menganggap Tuhan itu ada di luar kita, terpisah sama sekali dari manusia, yg senang kalo kita rajin sembahyang minta ini itu (itu yg dulu saya lakukan), rajin puasa, vegetarian, gak nonton bokep, gak kencan sama om-om, dan saya percaya surga dan neraka itu tempat kita nanti tergantung pahala... Tapi suatu pagi di bulan Mei, saat saya meditasi tiba-tiba saya dapat pemahaman baru yg sangat mempengaruhi
spiritualitas saya sekarang... J = Ok.
T = Pagi itu saya mendapatkan apa yg saya cari selama ini ternyata ada dalam diri saya. Tuhan ada disini. Tuhan ada dalam raga saya. Inilah yg saya cari selama ini. Tuhan itu penuh dengan cinta, kasih sayang tanpa memilih tanpa membedakan. Tuhan itu ada disini dan surga juga ada di sini...
T = My tears running down, tears of joy... Pokoknya rasanya hebat banget, susah kalo dijelasin dengan kata-kata... (I belong to you and you belong to me), dan pas banget pemahaman baru itu dengan kalimat Mas Leo yg bilang: "We are God experiencing many kinds of adventures, makanya kita tidak menghakimi."
J = Ok.
T = Yang mao saya tanyakan sama Mas Leo adalah apakah yg saya rasakan itu? Pemahaman yg tiba-tiba itu datangnya dari mana? Apakah saya berfantasi?
J = Yang anda rasakan adalah hikmah berupa intuisi yg muncul begitu saja dari dalam kesadaran anda. Buddha mengalami itu. Yesus juga. Semua orang top, keren dan beken mengalaminya. Pengalaman spiritual pribadi seperti itu bukanlah fantasi. Cuma intuisi saja. Pengertian biasa saja. Memang biasa. Sangat umum. Yg tidak umum adalah keberanian anda untuk mengakuinya.
+++