Tayangan misteri di Indonesia akhir-akhir ini banyak yang menyimpang. Seperti halnya menunjukan ritual-ritual aneh, yang mungkin tidak masuk dalam logika masyarakat dan selalu mengaitkannya dengan agama tertentu. Pada dasarnya paranormal yang mendukung acara misteri tersebut berkedok ustadz. Berbeda halnya dengan tayangan misteri di luar negeri. Mereka melakukannya dengan ilmiah dan tekhnologi yang canggih sehingga hal-hal mistis dapat diterima dengan akal sehat. Beberapa tayangan mistis di Indonesia pada dasarnya selalu mengaitkan mistis dengan agama, terutama agama Islam yang bisa memberikan persepsi berbeda tentang islam di mata penonton.
Salah satu stasiun televisi yang sering menayangkan tayangan misteri, adalah Trans 7. Ada beberapa tayangan mengenai hal mistis dan salah satunya adalah” Mister Tukul Jalan-jalan”. “Mister Tukul jalan-jalan” dulunya adalah acara yang mengajak penontonnya untuk berjalan-jalan di Indonesia. Tetapi seiring berjalannya waktu acara Mister Tukul Jalan-jalan merubah konsep menjadi tayangan yang mengungkit hal-hal mistis yang terjadi di suatu daerah. Dalam acara Mister Tukul Jalan-jalan, sering sekali menampilkan adegan-adegan aneh. Yang mana ditunjukan sebagai suatu ritual untuk melihat mahkluk gaib. Seperti membuat lukisan yang entah benar atau hanya rekayasa. Dan sering juga menampilkan wanita cantik untuk mendampingi Tukul.
Pada episode “Misteri Tukul Jalan-jalan” yang tayang pada tanggal 27 September 2014, pukul 22.00 WIB dan bertempat di Rawa Bayu. Menjadi perhatian utama karena, kategori yang dipakai dalam tayangan ini adalah R-BO (remaja – bimbingan orang tua). Namun dalam peraturan KPI, tentang Standar Program Siaran (SPS) dalam pasal 32 disebutkan, Program siaran yang menampilkan muatan mistik, horor, dan/atau supranatural yang menimbulkan ketakutan dan kengerian khalayak dikategorikan sebagai siaran
klasifi kasi D, dan hanya dapat disiarkan pada pukul 22.00-03.00
WIB waktu setempat. Dan hal itu jelas melanggar peraturan KPI tentang kategori tayangan yang seharusnya D (dewasa). Selain itu, tayangan ini juga bertentangan dengan UU Penyiaran tahun 2012 pasal 36 ayat 3. Yang bunyi Isi siaran, wajib memberikan perlindungan dan pemberdayaan kepada khalayak khusus, yaitu anak-anak dan remaja, dengan menyiarkan mata acara pada waktu yang tepat, dan lembaga penyiaran wajib mencantumkan dan/ atau menyebutkan klasifi kasi khalayak sesuai dengan isi siaran.
Mister Tukul Jalan-jalan terlihat jelas, melanggar aturan tentang pengkategorian penonton yang seharusnya D namun dicantumkan R-BO.
Selain masalah pengkategorian tayangan yang dikategorikan R, seharusnya tayangan yang berkategorikan R harus berisi tentang informasi dan hiburan yang baik bagi khalayak. Tetapi, Mister Tukul Jalan-jalan tidak memberikan tayangan tersebut. yang pada dasarnya sudah disebutkan dalam UU No. 32 tahun tahun 2012 tentang Penyiaran pasal 36 ayat 1 Isi siaran wajib mengandung informasi, pendidikan, hiburan, dan manfaat untuk pembentukan intelektualitas, watak, moral, kemajuan, kekuatan bangsa, menjaga persatuan dan kesatuan, serta mengamalkan nilai-nilai agama dan budaya Indonesia. Episode di Banyuwangi, ada beberapa adegan yang pada dasarnya bertentangan dengan Undang-undang Penyiaran. Seperti adegan pertama, dimana Tukul menghina salah satu bintang tamu wanita yang bernama Ernie, dengan menggambarkan Ernie sebagai sesosok hantu. yang pada peraturan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) tentang Standar Program Siaran (SPS) yang menyebutkan dalam Pasal 24 ayat 1 bahwa program siaran dilarang menampilkan ungkapan kasar dan makian, baik secara verbal maupun nonverbal, yang mempunyai kecenderungan menghina atau merendahkan martabat manusia, memiliki makna jorok, mesum, cabul, vulgar, dan atau menghina agama dan Tuhan. Dan dalam hal ini, tukul melakukan penghinaan atau merendahkan martabat manusia.
Adegan selanjutnya yang diperlihatkan adalah sebuah adegan dimana juru kunci Rawa Bayu berdoa di Petilasan Prabu Tawang Alun. Disana, dia meminta kesehatan dan keselamatan kepada selain tuhan dan merupakan hal yang sesat. Dalam adegan ini,
dapat mempengaruhi penonton yang tidak memiliki informasi dan pengetahuan mendalam dan akan dengan mudah terbujuk dengan adanya ritual tersebut. Karena mempercayai apa yang ditayangkan dan dilakukan oleh Mister Tukul Jalan-jalan. Apalagi dalam pengkategorian penonton khalayak, oleh Mister Tukul Jalan-jalan dan Jejak Paranormal. Tidak dikhususkan bagi dewasa yang secara tidak langsung, acara tersebut ditonton oleh kalangan remaja yang masih mampu untuk mendapatkan informasi secara langsung. Tanpa adanya pengawasan adalah permasalahan utama. Dalam hal ini, jika dikalangan remaja terbujuk untuk mengikuti ritual-ritual tersebut yang disebabkan oleh kurangnya informasi. Seperti yang disebutkan oleh McGuire dalam Teori Inokulasi, “Orang yang tidak memiliki informasi untuk mengetahui suatu hal, maka ia akan lebih mudah untuk dipersuasif atau dibujuk (Syiful Rohim, 2009:73).
(Gambar 3.8 Adegan juru kunci meminta keselamatan dan kesehatan di Petilasan Parbu Tawang Alun)
Dalam tayangan Mister Tukul, banyak terdapat efek-efek suara seram yang ditambahkan selama tayang tersebut berlangsung. Pada dasarnya hal ini telah melanggar peraturan KPI yang termuat dalam Pedoman Perilaku Penyiaran (PPP) pasal 57 ayat 3 yang mengatakan bahwa dalam program faktual, tidak boleh ada upaya manipulasi dengan menggunakan efek gambar ataupun suara untuk tujuan mendramatisasi isi siaran sehinggga bisa menimbulkan interpretasi yang salah misalnya manipulasi audio visual tambahan seakan ada makhluk halus tertangkap kamera.
2014 bertajuk “Kisah Perempuan Dimutilasi” terdapat beberapa adegan yang bertentangan dengan peraturan KPI. Seperti saat juru kunci pemakaman Raden Tumenggung Selomanik menuturkan, bahwa dia bertemu dengan penunggu di pemakaman tersebut. Dan dalam pertemuan tersebut, dia menjelaskan bahwa dia telah di berikan kekuatan untuk menyembuhkan seseorang yang sebelumnya pernah meminta tolong kepadanya. Pada adegan ini, jelas bertentangan dengan pasal 36 ayat 5 butir yang menjelaskan tentang isi siaran dilarang bersifat fi tnah, menghasut, menyesatkan
dan atau bohong.
Selain itu, isi acara dalam tayangan Mister Tukul Jalan-jalan yang memiliki kategori R (remaja), padahal seharusnya dewasa. Selain itu program acara ini tidak mengandung hal yang berkaitan dengan pendidikan, serta memberikan pandangan buruk terhadap daerah yang didatangi oleh Mister Tukul Jalan-jalan. Selain itu juga hanya memiliki image yang jelek, atau seram oleh masyarakat. Baik dalam episode Kisah Perempuan di Mutilasi yang bertempat di Wonosobo ataupun di daerah-daerah yang sebelumnya serta yang akan datang. Apa yang ditampilkan dalam Mister Tukul justru memberikan image buruk kepada khlayak. Dan hal ini berkaitan dengan peraturan yang termuat dalam SPS Pasal 37 ayat 2 yang bunyinya program siaran klasifi kasi R, berisikan nilai-nilai
pendidikan dan ilmu pengetahuan, nilai-nilai sosial dan budaya, budi pekerti, hiburan, apresiasi estetik, dan penumbuhan rasa ingin tahu remaja tentang lingkungan sekitar dan ayat 4 butir c yang mengatakan bahwa program siaran klasifi kasi R dilarang
menampilkan materi yang mengganggu perkembangan kesehatan
fi sik dan psikis remaja, seperti seks bebas, gaya hidup konsumtif,
hedonistik, dan atau horor
Dalam adegan selanjutnya ialah saat Mister Tukul dan Saraswati sedang bekeliling menyusuri tempat yang diyakini terdapat mahkluk halus. Dalam adegan tersebut, Tukul menjelaskan terdapat suara teriakan perempuan. Namun pada kenyataannya, suara tersebut jelas merupakan efek yang digunakan untuk menambah suasana menjadi seram. Jika Mister Tukul Jalan- Jalan dianggap sebagai program faktual, hal ini berseberangan dengan peraturan KPI tentang PPP Pasal 57 ayat 3 yang berbunyi, dalam program faktual, tidak boleh ada upaya manipulasi
dengan menggunakan efek gambar ataupun suara untuk tujuan mendramatisasi isi siaran sehinggga bisa menimbulkan interpretasi yang salah misalnya manipulasi audio visual tambahan seakan ada makhluk halus tertangkap kamera.
Selain acara misteri “Mister Tukul Jalan-jalan” yang menguak tentang misteri di suatu daerah, ada juga tayangan misteri lainnya yang ditayangkan oleh ANTV. Nama programnya adalah Jejak Parnormal yang dipandu oleh Ki Prana Lewu. Ki Prana Lewu adalah seorang paranormal. Namun dengan pakaian yang sering ia gunakan lebih cocok dikatakan sebagai seorang rocker dari pada seorang paranormal. Konsep acara yang dihadirkan dalam tayangan “Jejak Paranormal” jauh berbeda dengan Mister Tukul. Seperti adanya wanita cantik yang menjadi pendamping host-nya. Selain kesamaan konsep, acara ini juga ditayangkan ANTV setiap pukul 23.00 WIB. Acara ini melanggar pengkategorian penonton, karena dalam tayangan tersebut, dicantumkan R-BO (remaja - bimbingan orang tua). Padahal seharusnya diperuntukan bagi kalangan dewasa sesuai dengan peraturan KPI tentang SPS dalam pasal 32 dan di dalam UU penyiaran tahun 2012 pasal 36 yang berbunyi isi siaranya wajib memberikan perlindungan dan pemberdayaan kepada khalayak khusus, yaitu anak-anak dan remaja, dengan menyiarkan mata acara pada waktu yang tepat, dan lembaga penyiaran wajib mencantumkan dan/atau menyebutkan klasifi kasi khalayak sesuai dengan isi siaran.
Sehingga secara tidak langsung, acara “Jejak Paranormal” ini telah melanggar peraturan KPI tentang pengkategorian penonton yang seharusnya D (dewasa). Namun kenyataannya, adalah R-BO (remaja – bimbingan orang tua). Dalam episode Jejak Paranoramal 3 oktober 2014, Tangisan Kuntilanak Bernama Siti di gedung tua terdapat beberapa adegan yang bertentangan. Ki Galih Pamungkas yang saat itu sedang melakukan sebuah ritual, dia mendapatkan sebuah batu yang tidak tahu berasal darimana. Ki Prana menjelaskan bahwa batu tersebut dapat memberikan ilmu kekebalan. Yang jelas adegan ini hanya berupaya untuk menyesatkan masyarakat. Selain itu, ada adegan dimana Ki Galih melakukan suatu adegan atau ritual yang ditunjukan dengan sebuah tiang yang bisa menyala sendiri. Dalam adegan tersebut, dia menyebutkan “Allahuakbar”. Hal ini mengaitkan antara
hubungan agama dengan mistis yang tidak masuk akal. Padahal tercantum dalam peraturan KPI mengenai PPP pasal 56 butir a yang menyatakan bahwa materi agama dapat tampil pada program acara agama, non-agama, dan drama atau fi ksi dengan ketentuan
sebagai berikut: lembaga penyiaran dilarang menyiarkan program yang mengandung serangan, penghinaan atau pelecehan terhadap pandangan dan keyakinan keagamaan tertentu.
(Infografi s 3.3 Infografi s sebaran mayoritas pelanggaran didominasi
Mistis)
Selain melakukan adegan-adegan mistis, terdapat juga adegan yang mengarah kearah seks. Dalam acara tersebut, Ki Prana melakukan suatu ritual terhadap bintang tamu wanita. Dalam adegan tersebut terlihat Ki Prana memegang leher bintang tamu. Hal bertentangan dengan peraturan KPI tentang SPS pasal 18 butir C. Pasal ini menyatakan bahwa program siaran yang memuat adegan seksual dilarang menayangkan kekerasan seksual. Tidak jauh berbeda dengan tayangan Jejak Paranormal, pada episode selanjutnya juga terdapat beberapa adegan-adegan yang melanggar peraturan. Salah satunya yang ada dalam episode jejak paranormal 5 Oktober 2014, Misteri Lubang Ular dan Buaya. Pada pelaksanaan syuting, terdapat adegan dimana Ki Prana mencoba untuk mengeluarkan arwah yang sedang merasuki seorang praktisi wanita yang bernama Anna Cikey. dalam adegan tersebut, terlihat tangan dari Ki Prana bergerak seperti melakukan ritual, pengeluaran mahkluk gaib dari tubuh Anna Cikey. Terlihat tangan Ki Prana menyentuh bagian pantat dari Anna Cikey, hal ini tentu jelas melanggar peraturan KPI tentang SPS pasal 18 butir C.
Disebutkan bahwa program siaran yang memuat adegan seksual dilarang menayangkan kekerasan seksual. Terlihat dalam adegan tersebut, dimana Ki Prana mencoba mnegeluarkan mahkluk gaib. Namun dalam adegannya, terlihat tangannya memegang bagian pantat Anna Cikey.
(Gambar 3.9 Adegan saat Ki Prana memegang pantat Anna Cikey yang kerasukan mahkluk gaib)
Dari beberapa tayangan misteri yang hadir di Indonesia, beberapa diantaranya masih mengandung unsur-unsur yang tidak bisa diterima secara akal sehat. karena banyak adegan-adegan yang beberapa diantaranya menyimpang lalu bertentangan dengan peraturan penyiaran. Serta beberapa diantaranya ada yang bersifat menyesatkan, seperti mempercayai sebuah benda dan mahkluk gaib, hal ini sangat bertentangan dengan agama. Selain itu, beberapa acara misteri masih mengkategorikan tayangan tersebut sebagai tayangan yang diperuntukan bagi kalangan remaja. Namun menurut peraturan, tayangan misteri dan yang ditayangkan pada pukul 22.00 WIB harus merupakan kategori dewasa.