Prodi Administrasi Pendidikan, UPI, Bandung, Indonesia
ABSTRAK: Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain, dalam hal ini para bawahannya sedemikian rupa sehingga orang lain itu mau melakukan kehendak pemimpin meskipun secara pribadi hal itu mungkin tidak disenanginya. produktivitas kerja tidak hanya disoroti dari sudut pandang produktivitas para tenaga pelaksana berbagai kegiatan operasional yang pada umumnya bersifat teknis akan tetapi juga dari produktivitas kelompok kerja dan bahkan juga produktivitas manajerial. Manfaat kepemimpinan produktif dapat meningkatkan kualitas kerja dan proses pendidikan di sekolah dengan menyoroti kepemimpinan pada aspek definisi, peranan, fungsi, tipologi, gaya kepemimpinan, dan teori tentang kepemimpinan. Pemimpin global adalah inventarisasi masa depan dalam menjawab tantangan aplikasi teknologi digital yang berpusat pada kehidupan manusia.
Kata Kunci: Produktifitas, Kepemimpinan Global, Era masyarakat 5.0
122 wacana untuk mempermudah manusia dalam menikmati hidup.
Produktifitas kepemimpinan global dalam dunia pendidikan diharapkan mampu meningkatkan kualitas mutu pelayanan dalam setiap bagian pada dunia pendidikan mulai dari pelayanan pada tingkat makro, meso dan tingkat meso yang merupakan ujung tombak keberhasilan suatu proses pendidikan dilaksanakan melalui pelayanan pembelajaran di dalam kelas. Produktifitas kepemimpinan global merupakan keseluruhan aktivitas mempengaruhi orang lain dalam proses pendidikan dengan kemampuan daya saing pada masa kini dan yang akan datang dalam menciptakan produk pendidikan yang mampu menjawab tantangan pada setiap peradaban manusia. (goldsmith dkk.
2003: 1).
METODE
Penulisan tulisan ini menggunakan metode penulisan deduktif dan induktif (Iarajasah, 2001:1). Penggunaan metode deduktif dilakukan dengan cara memulai tulisan ini dari konsep kemudian dilanjutkan dengan uraian untuk melengkapi dan memudahkan memahami tulisan ini. Tulisan ini juga menggunakan metode reviu kajian pustaka dan analisis literatur. (Kadarohman, 2018: 9).
PEMBAHASAN
Kepemimpinan yang produktif di lembaga pendidikan dapat terlaksana dengan memperhatikan berbagai hal, yaitu: (1). Tolak ukur dasar dalam upaya peningkatan produktivitas yang meliputi pentingnya efisiensi, sumber daya dan dana hanya benda mati, SDM sebagai elemen paling strategik, dan komponen dasar penentuan produktivitas kerja (tujuan organisasi, perumusan visi dan misi, penentuan strategi organisasi). (2). Faktor-faktor penentu keberhasilan upaya peningkatan
produktivitas, meliputi perbaikan terus menerus, peningkatan mutu hasil pekerjaan, pemberdayaan sumber daya manusia, dan filsafat organisasi. (3). Prinsip-prinsip dasar organisasi, meliputi kejelasan tujuan (fungsionalisasi, pembagian tugas, penempatan yang tepat, koordinasi, departementalisasi, kesatuan arah, kesatuan komando, rentang kendali, pola pengambilan keputusan), pentingnya pendekatan kesisteman (analogi orchestra, analogi konvoi, analogi rantai), dan tipologi organisasi (pengenalan, pemilihan, penggunaan struktur yang tepat). (4). Peran kepemimpinan, meliputi Peranan pemimpin (peranan yang bersifat interpersonal, informasional dan pengambilan keputusan), Fungsi-fungsi manajemen (perencanaan, pengorganisasian, penanganan SDM, pengawasan dan penilaian), tipologi kepemimpinan (tipe otoriter, paternalistik, laissez paire, demokratik, dan kharismatik), dan tiga jenis teori kepemimpinan (teori ciri-ciri, keperilakuan, dan situasional). (Siagrian, 2002).
Produktif menurut KBBI/kamus besar Bahasa Indonesia, bersifat atau mampu menghasilkan (dalam jumlah besar), mendatangkan (memberi hasil, manfaat, dan sebagainya), mampu menghasilkan terus dan dipakai secara teratur untuk membentuk unsur- unsur baru (https://kbbi.web.id). Menurut Darmawan A (2018) Produktif adalah suatu kegiatan yang menghasilkan suatu yang menguntungkan atau bermanfaat bagi dirinya atau kegiatan yang dipenuhi dengan hal-hal yang bermanfaat. (https://darmawanaji.com).
Peningkatan mutu kualitas pendidikan secara menyeluruh dalam segala aspeknya sangat dipengaruhi sekali oleh pemimpin dan kepemimpinan. Konsep utama kepemimpinan global meliputi pemimpin global yang efektif dalam lingkungan global, komunikasi lintas budaya, sensitivitas budaya, akulturasi, pengaruh budaya pada manajemen, kinerja antar budaya yang efektif, mengubah bisnis internasional, sinergi budaya, budaya kerja dan budaya global (Moran dkk. 2007: 29). Terdapat lima faktor penting tentang karakteristik
123 kepemimpinan yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan kepemimpinan global, yaitu diantaraya (1). Berpikir secara global, (2).
Menghargai keanekaragaman budaya, (3).
Mengembangkan pengetahuan teknologi, (4).
Membangun kemitraan dan aliansi, dan (5).
Berbagi kepemimpinan. (goldsmith dkk. 2003:
2).
Kepemimpinan global merupakan kepemimpinan yang tepat untuk dilaksanakan dalam dunia pendidikan di negara Indonesia pada saat ini dalam kaitannya dengan era yang sedang dijalani dan akan dihadapi yaitu era 4.0 dan 5.0, oleh karena itu menurut Robert T.
Moran dkk (2007: 7) menjelaskan tentang sikap yang harus dikembangkan kepemimpinan global dalam kaitannya dengan budaya, yaitu meliputi (1). Perasaan diri dan ruang, (2). Komunikasi dan budaya, (3). Pakaian dan penampilan, (4).
Kebiasaan makan dan makanan, (5). Kesadaran waktu dan waktu, (6). Hubungan, (7). Nilai dan norma, (8). Keyakinan dan sikap, (9). Proses dan pembelajaran mental, (10). Kebiasaan dan praktek kerja. Terdapat pula pendekatan sistem ke budaya dalam kepemimpinan global, meliputi sistem kekerabatan, sistem pendidikan, sistem ekonomi, sistem politik, sistem keagamaan, sistem asosiasi, sistem kesehatan, dan sistem rekreasi. (Moran dkk. 2007: 11).
Menurut Renate Motschnig dan David Ryback (2016: ix) Komunikasi dan kepemimpinan, dua keterampilan paling vital di tempat kerja saat ini, saling terkait erat: Tidak ada yang bisa menjadi pemimpin atau manajer yang efektif tanpa keterampilan komunikasi yang baik, dan artikulasi yang jelas dan keterampilan mendengarkan yang baik adalah batu loncatan.
Era 5.0 atau dikenal dengan Society 5.0 pertama kali diperkenalkan oleh pemerintahan jepang pada ajang World Economic Forum (WEF) oleh Perdana Menteri jepang Shinzo Abe yang menjelaskan tentang visinya mengenai masyarakat 5.0 tentang pentingnya masyarakat yang didorong oleh data tanpa batas dan pengelolaan data di seluruh dunia untuk meningkatkan pertumbuhan di pada masa depan, di masyarakat 5.0, bukan lagi modal,
namun data yang menghubungkan dan menggerakkan segalanya membantu mengisi kesenjangan antara yang kaya dan kurang beruntung, layanan kesehatan dan pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi akan menyentuh desa-desa di kawasan desa terpencil.
(properti.kompas.com). Munculnya gagasan masyarakat 5.0 di jepang dilatar belakangi oleh berkurangnya populasi penduduk jepang yang berdampak pada banyaknya wilayang yang tidak berpenduduk selain itu negara ini juga mengalami kekurangan tenaga kerja produktif, bahkan sekitar 26% penduduk jepang berusia diatas 65 tahun. Hal ini mengakibatkan masyarakat yang tinggal di wilayah yang kekurangan penduduk kesulitan mendapatkan akses transportasi yang layak ke berbagai fasilitas pelayanan seperti rumah sakit dan kantor pemerintah, untuk itu jepang memanfaatkan kecanggihan teknologi dengan berbagai inovasinya.
KESIMPULAN
Produktifitas kepemimpinan global merupakan keseluruhan aktivitas mempengaruhi orang lain dalam proses pendidikan dengan kemampuan daya saing pada masa kini dan yang akan datang dalam menciptakan produk pendidikan yang mampu menjawab tantangan pada setiap peradaban manusia. Produktifitas kepemimpinan global dalam dunia pendidikan diharapkan mampu meningkatkan kualitas mutu pelayanan dalam setiap bagian pada dunia pendidikan mulai dari pelayanan pada tingkat makro, meso dan tingkat meso yang merupakan ujung tombak keberhasilan suatu proses pendidikan dilaksanakan melalui pelayanan pembelajaran di dalam kelas dengan memperhatikan penerapan konsep, karakteristik, sikap dan pendekatan pada kepemimpinan global, sehingga melalui dunia pendidikan peradaban bangsa Indonesia dapat mengikuti kemajuan perkembangan jaman.
124 DAFTAR PUSTAKA
Engkoswara & Aan Komariah. 2015.
Administrasi Pendidikan. Bandung:
Alfabeta.
Goldsmith Marsal dkk. 2003. Global Leadership-The next generation. FT:
Prentice Hall.
Kartono, Kartini. 2016. Pemimpin dan Kepemimpinan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Moran Robert T dkk. 2007. Managing Cultural Differences Managing Cultural Differences- Global Leadership Strategies for the 21st Century. BH:
Elsevier.
Motschnig, Renate & David Ryback. 2016.
Transforming Communication in Leadership and Teamwork Person- Centered Innovations. Switzerland:
Springer.
Rohmat. 2010. Kepemimpinan Pendidikan Konsep dan Aplikasi. Purwokwrto:
STAIN press.
Siagrian, Sondang P. 2002. Kiat Meningkatkan Produktivitas Kerja. Jakarta: PT.
Rinekacipta.
Saud, Udin S. 2019. Bunga Rampai Administrasi Pendidikan Teori dan Praktik. Bandung: Alfabeta.
Hughes dkk. 2012. Leadership Memperkaya Pelajaran dari Pengalaman. Jakarta:
Salemba Humanika.
https://properti.compas.com.
https:// id.m.wikipedia.org.
125 PENDAHULUAN
Masyarakat dewasa ini gentar dikenalan mengenai revolusi industry yang terus berkembang yaitu era 4.0. Disaat Indonesia masih memantapkan diri untuk memasuki era industry 4.0 masyarakat dunia justru sudah mulai beranjak dan masuk pada era society 5.0.
era society 5.0 atau smart society merupakan konsep bermasyarakat yang berpusat pada manusia dan teknologi. Revolusi ini akan memberikan dampak yang signifikan dalam setiap aspek kehidupan, tidak hanya pada teknologi maupun industry melainkan juga
dalam dunia pendidikan. Masyarakat 5.0 menuntut manusia menjadi manusia super dimana individu harus memiliki keterampilan yang cukup untuk menangani informasi, data mengubah informasi menjadi pengetahuan, belajar untuk belajar sepanjang hidup. Salah satu perubahan dirasakan dengan adanya penekanan HOT (Higher Order Thinking Skills) yang merupakan cara berpikir tingkat tinggi yang menuntut individu mampu berpikir secara sistematis, terstruktur, kompleks dan kritis dalam menghadapi persoalan.