Top PDF Laporan Tutorial Skenario 2 Blok 2.1.Docx

Laporan Tutorial Skenario 2 Blok 2.1.Docx

Laporan Tutorial Skenario 2 Blok 2.1.Docx

Sfingter adalah cincin otot yang ketika berkontraksi, menutup saluran melalui suatu lubang. Spingter uretra internus terdiri atas otot polos. Ketika kandung kemih melemas, susunan anatomic region sfingter uretra internus menutup pintu keluar kandung kemih. Di bagian lebih bawah saluran keluar, uretra dilingkari oleh satu lapisan otot rangka, yaitu sfingter uretra eksternus. Sfingter ini diperkuat oleh diafragma pelvis, suatu lembaran otot rangka yang membentuk dasar panggul dan membantu menunjang organ-organ  panggul. Dalam keadaan normal, ketika kandung kemih melemas dan terisi, baik sfingter internus maupun eksternus menutup dan menjaga agar urin tidak menetes.  2
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

233893573 Laporan Tutorial Skenario b Blok 1

233893573 Laporan Tutorial Skenario b Blok 1

Pada kesempatan ini dilaksanakan tutorial studi kasus skenario B yang memaparkan kasus Zaskia yang mendapatkan nilai D pada ujian MCQ di tengah blok. ia menceritakan kepada PAnya bahwa ia tidak bisa belajar dengan baik pada diskusi tutorial Problem Based Learning. Ia tidak bisa berperan aktif selama diskusi tutorial dan tidak bisa menganalisis permasalahan kasus seperti teman-teman lainnya. Setelah tutorial pun, ia tidak mampu belajar mandiri. Selain itu, ia hanya membaca slide-slide yang diberikan dosen kepadanya dalam mempersiapkan ujian MCQ. Kemudian ia bertanya kepada PAnya kenapa dosen-dosen tidak memberikan saja apa yang harus ia pelajari sehingga ia bisa lulus pada ujian MCQ akhir blok nanti.
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

Laporan Tutorial Skenario 1 Blok Gastrointestinal-FIX

Laporan Tutorial Skenario 1 Blok Gastrointestinal-FIX

Inaginasi terjadi karena adanya sesuatu di usus yang menyebabkan  peristaltik berlebihan biasanya terjadi pada anak-anak tetapi dapat juga terjadi  pada dewasa. Pada anak-anak ;&@ penyebab tidak diketahui, hanya &@ yang memiliki kelainan pada usus, misalnya diertikulum 4e5keli, po lip, hemangioma. 'ua puluh persen dari kasus intususepsi timbul setelah ineksi irus !ineksi  pernaasan bagian atas, gastroenteritis# yang menimbulkan pembesaran dari  jaringan limoid ileum distal. Intususeptum akan didorong masuk oleh peristalsis ke dalam usus yang lebih distal dengan mesenterium dari intususeptum ikut terjepit masuk. al ini kemudian diikuti terjadinya sembab, kongesti ena dan lima yang akan menyebabkan keluarnya tinja yang berwarna kemerahan akibat darah yang ter5ampur mukus !current jelly stool/red current jelly#. Selanjutnya,  jika tekanan kongesti melampaui tekanan arteri maka akan terjadi nekrosis. Baru-  baru ini diduga ada hubungan antara rotairus dan intususepsi, walaupun laporan kasus terjadinya intususepsi selama bayi diaksin sangat ke5il. %otairus merupakan penyebab gastroenteritis berat pada bayi dan anak usia di bawah & tahun di ?SA.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Laporan Tutorial Skenario 1 Blok 11 Fix

Laporan Tutorial Skenario 1 Blok 11 Fix

Di bagian dalam rongga ini terdapat # jenis tulang pendengaran yaitu tulang maleus, inkus dan stapes. 6etiga tulang ini merupakan tulang kompak tanpa rongga sumsum tulang. Tulang maleus melekat pada membran timpani. Tulang maleus dan inkus tergantung pada ligamen tipis di atap ruang timpani. empeng dasar stapes melekat pada tingkap %ela oal (fenestra oalis) pada dinding dalam. +da 2 otot ke%il yang berubungan dengan ketiga tulang pendengaran. 9tot tensor timpani terletak dalam saluran di atas tuba auditia, tendonya berjalan mulamula ke ara  posterior kemudian mengait sekeliling sebua tonjol tulang ke%il untuk melintasi rongga timpani dari dinding medial ke lateral untuk berinsersi ke dalam gagang maleus. Tendo otot stapedius berjalan dari tonjolan tulang berbentuk piramid dalam dinding posterior dan berjalan anterior untuk berinsersi ke dalam leer stapes. 9tot otot ini berfungsi protektif dengan %ara meredam getarangetaran berfrekuensi tinggi. Tingkap oal pada dinding medial ditutupi ole lempeng dasar stapes, memisakan rongga timpani dari perilimf dalam skal estibuli koklea. 9le karenanya getarangetaran membrana timpani diteruskan ole rangkaian tulang tulang pendengaran ke perilimf telinga dalam. Cntuk menjaga keseimbangan tekanan di ronggarongga perilimf terdapat suatu katup pengaman yang terletak dalam dinding medial rongga timpani di baa dan belakang tingkap oal dan diliputi ole suatu membran elastis yang dikenal sebagai tingkap bulat (fenestra rotundum). embran ini memisakan rongga timpani dari perilimf dalam skala timpani koklea.
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

Laporan Tutorial Skenario 1 Blok Kedokteran Komunitas

Laporan Tutorial Skenario 1 Blok Kedokteran Komunitas

Surveilans aktif menggunakan petugas khusus surveilans untuk kunjungan berkala ke lapangan, desa-desa, tempat praktik pribadi dokter dan tenaga medis lainnya, puskesmas, klinik, dan rumah sakit, dengan tujuan mengidentifikasi kasus baru penyakit atau kematian, disebut penemuan kasus (case finding), dan konfirmasi laporan kasus indeks. Kelebihan surveilans aktif, lebih akurat daripada surveilans pasif, sebab dilakukan oleh petugas yang memang dipekerjakan untuk menjalankan tanggungjawab itu. Selain itu, surveilans aktif dapat mengidentifikasi outbreak lokal. Kelemahan surveilans aktif, lebih mahal dan lebih sulit untuk dilakukan daripada surveilans pasif.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

Tutorial Skenario A blok 19 .docx

Tutorial Skenario A blok 19 .docx

Beberapa studi epidemiologi memperkirakan prevalensi psoriasis di dunia berkisar antara 0,6 sampai 4,8%. 2 Di Amerika serikat sekitar 2% populasi menderita penyakit ini. Sementara pada kelompok etnis tertentu misalnya Jepang, Aborigin Australia, dan Indian Amerika prevalensinya lebih rendah. 2,3 Di Indonesia belum ada data pasti mengenai jumlah penderita psoriasis. Di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H. Adam Malik Medan, berdasarkan data yang diperoleh dari rekam medis selama periode Januari - Desember 2010, dari total 3.230 orang yang berobat ke Poliklinik Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin, 34 pasien (1,05%) diantaranya merupakan pasien dengan diagnosis psoriasis. Dari jumlah tersebut 16 pasien (47%) berjenis kelamin pria dan 18 pasien (52,9%) berjenis kelamin wanita.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Laporan Tutorial Skenario 2

Laporan Tutorial Skenario 2

EKG merupakan standar emas untuk diagnosis aritmia jantung. EKG memandu tingkatan terapi dan risiko untuk pasien yang dicurigai ada infark otot jantung akut. EKG membantu menemukan gangguan elektrolit (mis. Hiperkalemia dan hipokalemia). EKG memungkinkan penemuan abnormalitas konduksi (mis. blok cabang berkas kanan dan kiri). EKG digunakan sebagai alat tapis penyakit jantung iskemik selama uji stres jantung. EKG kadang-kadang berguna untuk mendeteksi penyakit bukan jantung (mis. emboli paru atau hipotermia) (Thaler, 2000).

20 Baca lebih lajut

Laporan Tutorial Blok 13 Skenario 1

Laporan Tutorial Blok 13 Skenario 1

abortu rtus s ini ini, , per perdar daraha ahan n ber berupa upa ber berak ak yan yang g men menunj unjukk ukkan an an anama aman n ter terhad hadap ap kelangsungan kehamilan Namun, pada prinsipnya kehamilan masih bisa berlanjut kelangsungan kehamilan Namun, pada prinsipnya kehamilan masih bisa berlanjut atau dipertahankan 4Caden, 2++*6 Setengah dari abortus ini akan menjadi abortus atau dipertahankan 4Caden, 2++*6 Setengah dari abortus ini akan menjadi abortus inkomplit atau komplit, sedangkan sisanya kehamilan akan berlangsung %eberapa inkomplit atau komplit, sedangkan sisanya kehamilan akan berlangsung %eberapa ke
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

Laporan Tutorial Blok Reproduksi Skenario 1 B3

Laporan Tutorial Blok Reproduksi Skenario 1 B3

muda ± 1 Kg, selanjutnya tiap trimester (II dan III) masing-masing bertambah 5 Kg. Pada akhir kehamilan berat badan meningkat, maka perlu difikirkan adanya resiko (bengkak, kehamilan kembar, anak besar). b. Tekanan darah, nadi, frekuensi pernafasan dan suhu tubuh. Tekanan darah tinggi pada kehamilan merupakan resiko. Tekanan darah dikatakan tinggi bila lebih dari 140/90 mmHg. Bila tekanan darah meningkat, yaitu sistolik 30 mmHg atau lebih diatas normal, dan/atau diastolic 15 mmHg atau lebih diatas normal, kelainan ini dapat berlanjut menjadi preeklamsia dan eklamsia kalau tidak ditangani dengan tepat. Nadi yang normal adalah 80/menit. Bila nadi lebih dari 120/ menit, maka hal ini menujukkan adanya kelainan. Sesak nafas ditandai dengan frekwensi pernafasan yang meningkat dan kesulitan bernafas serta rasa lelah. Bila hal ini timbul setelah melakukan kerja fisik (berjalan, tugas sehari-hari), maka kemungkinan terdapat penyakit jantung. Suhu tubuh ibu hamil lebih dari 37,50c dikatakan demam, berarti ada infeksi dalam kehamilan. Hal ini merupakan penambahan beban bagi ibu dan harus dicari penyebabnya.
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

Laporan Tutorial Kelompok A5 Skenario 1 Blok Reproduksi

Laporan Tutorial Kelompok A5 Skenario 1 Blok Reproduksi

Setiap siklus bulanan ini hanya aka nada satu folikel yang tumbuh melebihi folikel yang lainnya, sedangkan sisanya (sekitar 5-11 folikel) akan berinvolusi / atresia. Atresia disebabkan oleh estrogen dalam folikel yang lebih tumbuh tersebut bekerja pada hipotalamus untuk menekan sekresi FSH pada hipofisis anterior. Sehingga hal ini akan menghambat pertumbuhan folikellain dan akhirnya berinvolusi. Sedangkan folikel yang tumuh tersebut, folikel de Graaf akan mendapat umpan balik positif intrinsic untuk melanjutkan pertumbuhan hingga dapat mencapai diameter 1-1,5 cm pada ovulasi.
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

Laporan Tutorial Skenario d Blok 15

Laporan Tutorial Skenario d Blok 15

Hipertensi dan DM adalah faktor resiko dari stroke baik hemoragik maupun nonhemoragik. Pada kasus, Tn. Budi menderita DM sejak 5 tahun lalu artinya Tn. Budi menderita DM tipe 2. Biasanya pada DM tipe 2 terjadi pada orang yang obesitas dan dislipidemia. Pada pasien yang Obesitas dan dislipidemia biasanya terbentuk plak di pembuluh darah yang menyebabkan artherosklerosis. Apabila plak ruptur maka terbentuk trombus yang menghalangi supply darah. Tapi, bila trombusnya lepas dan berjalan maka dapat menghambat supply darah ke otak sehingga terjadi stroke iskemik. Hipertensi meningkatkan risiko terjadinya stroke sebanyak empat sampai enam kali ini sering di sebut the silent killer dan merupakan risiko utama terjadinya stroke non hemoragik dan stroke hemoragik. Berdasarkan Klasifikasi menurut JNC 7 yang dimaksud dengan tekanan darah tinggai apabila tekanan darah lebih tinggi dari 140/90 mmHg, makin tinggi tekanan darah kemungkinan stroke makin besar karena mempermudah terjadinya kerusakan pada dinding pembuluh darah, sehingga
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

Laporan Tutorial Skenario a Blok 13

Laporan Tutorial Skenario a Blok 13

Streptomisin bersifat bakteriosid dan bakteriostatik bakteri ekstraselular pada keadaan basa atau netral, jadi efektif membunuh bakteri intraseluler. Streptomisin dapat diberikan secara intramuskular dengan dosis 15 – 40 mg/kgBB/hari, maksimal dosis 1 gram/hari. Obat ini dapat melewati selaput otak yang meradang, berdifusi dengan baik pada jaringan dan cairan pleura, diekskresi melalui ginjal. Toksisitas utama dari streptomisin terjadi pada nervus kranial VIII yang mengganggu keseimbangan dan pendengaran berupa tinismus dan pusing.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

LAPORAN TUTORIAL BLOK PEDIATRI SKENARIO 3

LAPORAN TUTORIAL BLOK PEDIATRI SKENARIO 3

Dalam langkah ketiga ini, pertanyaan yang terdapat di Jump II akan di diskusikan berdasarkan belajar mandiri yang telah di lakukan sebelum pertemuan I diskusi tutorial skenario III blok Pediatri. Pertanyaan yang belum terjawab akan di jawab di sesi selanjutnya pada jump VII. Kasus 1

15 Baca lebih lajut

Laporan Tutorial Blok Kardiovaskular Skenario 3

Laporan Tutorial Blok Kardiovaskular Skenario 3

Sebaliknya apabila tekanan darah meningkat sistem saraf parasimpatis akan terangsang, neuron pascaganglion saraf simpatis akan mensekresi nerurotransmitter asetilkolin (Ach). Astilkolin akan ditangkap oleh reseptor asetilkolin (Ach-R) yang terdapat pada sel endotel. Sebagai akibat, sel endotel akan mensintesis dan mensekresi nitrogen oksida (NO), disebut juga endothelium derived relaxing factor  (EDRF), suatu vasodilator kuat yang juga menyebabkan relaksasi otot jantung. Asetilkolin menyebabkan peningkatan permeabilitas nodus SA terhadap K + dengan memperlambat penutupan saluran K + . Akibatnya, kecepatan pembentukan potensial aksi spontan melambat melalui efek berikut ini: 1. Peningkatan permeabilitas K + menyebabkan hiperpolarisasi membran nodus
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

LAPORAN TUTORIAL SKENARIO C BLOK 9

LAPORAN TUTORIAL SKENARIO C BLOK 9

Ny. Tari, 37 tahun, dari keluarga kalangan menengah datang ke dokter (pusat Kesehatan) dengan keluhan utama perdarahan vagina. Ia juga mengeluh keram di perut. Dia juga mengalami telat datang bulan selma 8 minggu. Ibu tari juga merasa nausea, dan kadang- kadang muntah serta mengalami nyeri tekan pada payudaranya. Sejak 1 tahun yang lalu dia mengeluh keluar cairan berbau busuk dari vaginanya dan kadang-kadang mengeluh gatal pada vulva. Dia sudah memiliki 2 orang anak dan yang termudah erusia 6 tahun. Suaminya adalah seorang supir truk.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

Laporan Tutorial Blok 15 Skenario B

Laporan Tutorial Blok 15 Skenario B

penyebab hipertrofi dan terjadinya aterosklerosis koroner. Pada stadium permulaan hipertensi, hipertrofi yang terjadi adalah difus (konsentrik). Rasio massa dan volume akhir diastolik ventrikel kiri meningkat tanpa perubahan yang berarti pada fungsi pompa efektif ventrikel kiri. Pada stadium selanjutnya, karena penyakit berlanjut terus, hipertrofi menjadi tak teratur, dan akhirnya eksentrik, akibat terbatasnya aliran darah koroner. Khas pada jantung dengan hipertrofi eksentrik menggambarkan berkurangnya rasio antara massa dan volume, oleh karena meningkatnya volum diastolik akhir. Hal ini diperlihatkan sebagai penurunan secara menyeluruh fungsi pompa (penurunan fraksi ejeksi), peningkatan tegangan dinding ventrikel pada saat sistol dan konsumsi oksigen otot jantung, serta penurunan efek mekanik pompa jantung, Hal-hal yang memperburuk fungsi mekanik vantrikel kiri berhubungan erat bifa disertai dengan penyakit jantung koroner.(2)
Baca lebih lanjut

95 Baca lebih lajut

Laporan Tutorial Skenario 1 Blok Pediatri.docx

Laporan Tutorial Skenario 1 Blok Pediatri.docx

Pada skenario, pasien mempunyai riwayat ANC yang tidak teratur, warna ketuban jernih, tidak ada mekoneum, serta tidak adanya riwayat demam sebelum melahirkan menunjukan tidak adanya kemungkinan infeksi di dalam kandungan atau sepsis neonaturum. Pecahnya ketuban 24 jam menjadi salah satu penyebab stress pada janin yang mengakibatkan terjadinya asfiksia. Tindakan resusitasi yang cepat dan tepat sangat dibutuhkan dalam penatalaksanaan bayi baru lahir tidak bernafas, sehingga bayi dapat terhindar dari kematian. Rawat gabung pasca melahirkan sangat penting untuk mendekatkan Ibu dengan bayi serta bayi dapat sesegera mungkin mendapatkan kolostrum dari ASI.
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

Wrap Up Blok BM2 Skenario 2.docx

Wrap Up Blok BM2 Skenario 2.docx

Lipid adalah sekelompok senyawa heterogen, meliputi lemak, minyak, steroid, malam (wax), dan senyawa terkait, yang berkaitan lebih karena sifat fisiknya daripada sifat kimianya. Lipid memiliki sifat umum berupa (1) relatif tidak larut dalam air, dan (2) larut dalam pelarut nonpolar misalnya eter dan kloroform. Senyawa ini merupakan konstituen makanan yang penting tidak saja karena nilai eneginya yang tinggi, tetapi juga karena vitamin larut-lemak dan asam lemak esensial yang terkandung di dalam lemak alami. Lemak disimpan di jaringan adiposa, tempat senyawa ini juga berfungsi sebagai insulator panas di jaringan subkutan dan di sekitar organ tertentu. Kombinasi lipid dan protein (lipoprotein) adalah konstituen sel yang penting, yang terdapat baik di membran sel maupun di mitokondria, dan juga berfungsi sebagai alat pengangkut lipid dalam darah.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Laporan Tutorial Skenario 2 Geriatri

Laporan Tutorial Skenario 2 Geriatri

Saluran kemih bagian bawah mengalami perubahan karena usia, walaupun tanpa ada penyakit apapun. Kapasitas kandung kemih, kontraktilitas, dan kemampuan untuk menahan berkemih menurun pada usila pria dan wanita, sedangkan kekuatan dan lama menutup uretra menurun bersamaan dengan meningkatnya usia pada wanita. Prostat membesar pada kebanyakan pria yang sering menyebabkan obstruksi. Pada pria dan wanita, prevalensi kontraksi kandung kemih meningkat sedangkan volume residu setelah berkemih meningkat sampai 50-100 ml. Sebagai tambahan, usila sering mengeksresikan sebagian besar asupan cairan pada malam hari, walaupun tidak memiliki penyakit ginjal, edema perifer dan prostatismus. Perubahan- perubahan ini meningkatkan gangguan tidur, menyebabkan berkemih 1-2 kali di malam hari pada kebanyakan usila sehat.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

Laporan Tutorial Skenario 2 Traumatologi

Laporan Tutorial Skenario 2 Traumatologi

Cara penulisannya berurutan E-V-M sesuai nilai yang didapatkan. Penderita yang sadar = compos mentis pasti GCSnya 15 (4-5-6), sedang penderita koma dalam, GCSnya 3 (1-1-1). Bila salah satu reaksi tidak bisa dinilai, misal kedua mata bengkak sedang V dan M normal, penulisannya X-5-6. Bila ada trakheostomi sedang E dan M normal, penulisannya 4-X-6.Atau bila tetra parese sedang E dan V normal, penulisannya 4-5-X. GCS tidak bisa dipakai untuk menilai tingkat kesadaran pada anak berumur kurang dari 5 tahun. Atau jika ditotal skor GCS dapat diklasifikasikan :

30 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...