• Tidak ada hasil yang ditemukan

(EKSPERIMEN PADA PESERTA DIDIK IV SDN MEKARSARI 3) Desi Kunart

Dalam dokumen MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDE (Halaman 69-72)

Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Teknik, Matematika dan IPA Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia.

Email:[email protected]

Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran tes formatif terhadap hasil belajar matematika pada peserta didik kelas IV di SDN Mekarsari 3. Metode penelitian ini digunakan dalam penelitian adalah metode eksperimen. Dalam penelitian terdapat dua varyabel, yaitu pembelajaran tes formatif dan hasil belajar matematika peserta didik. Sampel yang diambil dengan teknik simple random sampling. Sebelum uji hipotesis, telebih dahulu dilakukan uji persyaratan data, yaitu pengujian normalitas menggunakan chi- kuadrat dan pengujian homogenitas dengan menggunakan uji fasher. Pengujian hipotesis menggunakan uji-t. Pada hasil penelitian ini menunjukan bahwa hasil belajar matematika peserta didik diajarkan dengan pembelajaran tes formatif lebih tinggi di bandingkan peserta didik tidak menggunakan tes formatif.

Kata Kunci:Metode Tes Formatif, Hasil Belajar Matematika. PENDAHULUAN

Pada saat ini pendidikan di Indonesia telah mengalami kemajuan yang pesat. Hal ini dapat dilihat banyak dan lengkapnya fasilitas sekolah yang tersedia. Namun kemajuan tesebut belum merata ditiap komponen pendidikan. Di dalam dunia pendidikan, guru merupakan salah satu unsur yang penting dalam tujuan pembelajaran. Guru juga harus memotifasi agar siswa selalu giat dan semangat dalam belajar, serta siap dan aktif dalam menggikuti pelajaran.

Guru bertugas untuk menilai kemampuan siswa,instrument yang digunakan adalah dengan mengadakan suatu evaluasi untukn menguji kemampuan siswa. Seringkali tes hanya dibuat setelah satu pokok bahasan atau semua sub pokok bahasan dan siswa akan belajar untuk menghasapi ulangan saja tetapi mata pelajaran matematika tergolong mata pelajaran yang sulit dan kurang di minati siswa. Kurangnya minat siswa terhadap mata pelajaran matematika dikarenakan pelajaran matematika lebih banyak menghitung dan menghafal rumus-rumus. Cara demikian tidak memotifasi untuk selalu belajar dan mungkin lama kelamaan siswa akan malas belajar. Salah satu untuk mengatasinya dengan menggunakan Tes formatif, Tes Formatif adalah banyaknya suatu kegiatan dalam pemberian tes kepada siswa untuk menggatasi keberasilan dan kegagalan proses bnelajar dan mengajar. Dengan demikian peserta didik akan giat dalam belajar. Berdasarkan penjelasaan di atas maka penulis mengadakan penulisan dengan judul “Pengaruh Frekuensi

Pemberian Tes Formatif Terhadap Hasil Belajar Matematika Eksperimen kelas IV di SDN Mekarsari”.

TINJAUAN PUSTAKA Hasil Belajar Matematika

Menurut Slameto (2010:2) “belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh

suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi

dengan lingkunagannya”.Artinya bahwa jika seseorang ingin berubah dalam seluruh sisi kehidupannya, maka seseorang tersebut harus melawati proses pembelajaran melalui segala pengalaman yang sudah ia rasakan agar dapat menuju perubahan baru dalam kehidupannya.

Belajar merupakan proses untuk mencapai berbagai macam kompetensi, keterampilan, dan sikap. Usaha untuk mencapai kepandaian atau ilmu merupakan usaha manusia untuk memenuhi kebutuhannya, mendapatkan ilmu yang belum dipunyai sebelumnya sehingga dengan belajar menjadi tahu, memahami, mengerti, dapat melaksanakan dan memiliki tentang sesuatu.

Menurut hamzah, dkk (2014: 40) “hasil belajar matematika dapat dilihat pada hal-hal penghargaan seseorang terhadap matematika, bekerja secara logis dan matematis, menggunakan bilangan, pengukuran, peluang, pengumpulan

data, analisis ruang dan aljabar”. Artinya seseorang lebih menghargai hasil pekerjaan matematika dengan lebih meneliti

hasil pekerjaan tersebut melalui tahap pengumpulan data analisis sehingga hasil pekerjaan itu lebih bermakna.

Menurut Nana Sudjana (Jihad dan Haris, 2010: 15) mengemukakan “bahwa hasil belajar adalah kemampuan–

61

dikatakan bahwa hasil belajar adalah suatu perubahan dengan kemampuan yang di miliki peserta didik ke arah yang lebih baik.

Frekuensi Pemberian Tes Formatif

Menurut Wahono,dkk (2010:332) “frekuensi adalah banyaknya getaran dalam setiap waktu”. Seseorang bias

menggukur waktu antara dua buah kejadian atau peristiwa dan menyebut sebagai periode lalu menghitungkan frekuensi sebagai hasil kebalikan dari periode.

Menurut Thoha (2001:47) bahwa “tes formatif adalah untuk mengetahui keberasilan dan kegagalan proses

belajar mengajar, dengan demikian dapat dipakai untuk memperbaiki dan menyempurnakan”. Dengan begitu guru bias

mengukur kemampuan dari peserta didiknya dan sejauh manakan peserta didiknya tingkat penguasaan materi yang telah diberikan.

Dengan demikian frekuensi pemberian tes formatif adalah banyaknya suatu kegiatan dalam pemberian tes kepada siswa untuk menggetahui keberasilan dankegagalan proses belajar mengajar.

METODE

Penelitian ini menggunakan pendekatan Quasi Eksperimen, untuk mengetahuiuntuk mengetahui pengaruh metode Tes Formatif Terhadap Hasil Belajar Matematika Eksperimen kelas IV di SDN Mekarsari 3 dengan jumlah sampel 70 orang yang diambil dengan teknik simple random sampling, data analisis menggunakan uji-tbeda rata-rata,yang terlebih dahulu dilakukan perhitungan analisis data, yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Adapun desain penelitiannya adalah sebagai berikut:

Tabel 1 Desain Penelitian Eksperimen Kontrol

X1 X2

Y1 Y2

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil

Sampel peneltian yang di gunakan sebanyak 30 peserta didik.Hasil penelitian dapat digambarkan melalui tabel 2.

Tabel 2. Perbandingan Hasil Belajar Matematika Peserta didik Antara Eksperimen dan Kelas Kontrol

Statistik Kelas Eksperimen Kelas Kontrol

Skor Terendah 56 52 Skor Tertinggi 100 92 Mean 84 72,72 Median 80,94 69,7 Modus 82,17 68,6 Simpangan Baku 10,3 10,17

Sumber: Data diolah

Dari tabel 2 dapat dikatakan bahwa hasil belajar kelompok kelas kontrol, yaitu peserta didik yang belajar dengan menggunakan metode pembelajaran pemberian Tes Formatif lebih tinggi dibandingkan tidak menggunakan Tes Formatif.

Tabel 3 Rekapitulasi Hasil Perhitungan Uji Normalitas Kelas Jumlah Sampel Lo Ltabel

05

,

0

Kesimpulan Eksperimen 32 2,826 11,077 Normal Kontrol 32 3,430 11,077 Normal

62

Tabel 4 Rekapitulasi Hasil Perhitungan Uji Homogenitas

Kelompok Jumlah Sampel Fhitung Ftabel Kesimpulan Eksperimen 32 1,36 1,84 Terima H0 Kontrol 32

Sumber: Data diolah

Selanjutnya hasil penelitian dilakukan uji hipotesis dengan uji-t beda rata-rata dan didapat kriteria thitung> ttabel (2,61>1,64) maka H0 ditolak dan H1diterima pada α = 0,05. Hasil perhitungan uji hipotesis dapat dilihat pada tabel 5.

Tabel 5 Rekapitulasi Hasil Perhitungan Uji Hipotesis Kelompok Sampel thitung ttabel Kesimpulan Eksperimen 30

3,96 1,999 Tolak H0 Kontrol 30

Sumber: Data diolah

Dengan demikian terdapat pengaruh metode Problem Solving terhadap hasil belajar matematika. Pembahasan

Berdasarkan hasil penelitian,hasilpenggujian hipotesis menggunakan uji t pada taraf signifikan = 0,05 diperoleh t hitung = 3,98 < t table = 1,999, dengan demikian hipotesis Ho di tolak dan Hi di terima, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar matematikan yang signifikan antara diajar menggunakan tes formatif. Sesuai penelitian yang relevan, tes formatif dapat membantu sebuah proses pembelajaran berjalan efektif,tes formatif membuat siswa akan lebih terpacu untuk mempelajari dan memahami matematika dengan baik.

PENUTUP Simpulan

Berdasarkan penelitian menunjukan bahwa hasil belajar matematikayang diperoleh siswa dengan menggunakan tesformati nilainya lebih tinggi dibandingkan tidak menggunakan tes formatif.

Saran

1. Bagi Peserta didik

Pada saat pembelajaran menggunakan metode pembelajaran tes formatif, peserta didik hendaknya memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.

2. Bagi Guru

Tes formatif dapat membantu sebuah proses pembelajaran berjalan efektif,tes formatif membuat siswa akan lebih terpacu untuk mempelajari dan memahami matematika dengan baik.

3. Bagi sekolah

Sekolah hendaknya merekomendasikan strategi-strategi pembelajaran yang lebih inovatif dan membuat peserta didik lebih aktif seperti metode pembelajaran tes formatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.

DAFTAR PUSTAKA

Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rinneka Cipta. Sudjana, Nana, 2009. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung.

Remaja Rosdakarya.

Hamzah, dkk. 2014. Variabel Penelitan dalam Pendidikan dan Pembelajaran. Jakarta: Inapublikatama. Thoha, M. Chabib. 2001.Teknik Evaluasi Pendidikan, Jakarta: PT. Raja Grafind Persada.

63

EFEKTIVITAS METODE DRILL BERBANTU MODUL TERHADAP KEMAMPUAN

PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA

Dalam dokumen MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDE (Halaman 69-72)

Garis besar

Dokumen terkait