• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION (RME) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA

Dalam dokumen MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDE (Halaman 109-112)

PENEMUAN TERBIMBING

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION (RME) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA

Febriana Loise Galingging1 dan Roida Eva Flora Siagian2

[email protected]

rogram Studi Pendidikan Matematika,Fakultas Teknik, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indraprasta PGRI

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran Realistic Mathematic Education (RME) terhadap hasil belajar matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Sampel diambil dengan teknik random sampling berjumlah 30 siswa. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data dilakukan dengan tes objektif dengan 23 soal pilihan ganda dengan empat pilihan jawaban. Data dianalisis terlebih dahulu dengan uji persyaratan analisis data yaitu uji normalitas menggunakan Uji Normalitas menggunakan uji Lilliefors dan uji homogenitas menggunakan uji F. Setelah uji persyaratan analisis data terpenuhi, dilakukan uji-t untuk pengujian hipotesis penelitian. Dari hasil penelitian didapat bahwa hasil belajar yang diajarkan dengan menggunakan strategi pembelajaran Realistic Mathematic Education (RME) lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diajarkan dengan menggunakan strategi Open Ended. Maka dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa “Strategi Pembelajaran Realistic Mathematic Education (RME) Berpengaruh Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa”.

Kata Kunci : Strategi Pembelajaran Realistic Mathematic Education (RME), Hasil Belajar Matematika

Abstract. This study aims to determine the influence of learning strategies Realistic Mathematic Education (RME) to mathematics learning outcomes. The method used was experimental method. Samples were taken by random sampling technique amounted to 30 students. The instrument used for data collection is done by an objective test with 23 multiple choice questions with four possible answers. Data were analyzed prior to the test requirements of data a nalysis that uses the normality test Normality test Lilliefors test and homogeneity test using F test after test data analysis requirements are met, the t-test for testing the research hypothesis. From the research found that the learning outcomes are taught using learning strategies Realistic Mathematic Education (RME) higher than students taught using the Open Ended strategy. So therefore, it can be concluded that the Learning Strategies Realistic Mathematic Education (RME) influential against Math

Student Learning Outcomes”.

Keywords : Learning Realistic Mathematic Education (RME), Math Learning Outcomes

PENDAHULUAN

Matematika erat dideskripsikan dengan perhitungan yang rumit. Matematika menjadi salah satu pelajaran dasar dari sebagian pelajaran lainnya yang disajikan di tingkat sekolah. Setiap orang akan selalu menemukan hal-hal yang menuntut perhitungan matematika dalam kehidupan. Bahkan sebagian besar individu secara sadar ataupun tidak,

sudah menerapkan matematika. Menurut Siagian bahwa “mempelajari matematika adalah penting karena dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak boleh mengelak dari aplikasi matematika bukan itu saja matematika juga mampu mengembangkan kesadaran tentang nilai-nilai secara esensial”. Seringkali, sebagian besar guru memberikan proses belajar mengajar yang statis. Mulai dari menerangkan materi hingga memberikan latihan atau tugas. Siswa seringkali menjadi kurang tertarik untuk menanggapi pelajaran dengan metode seperti itu. Bahkan setelah menerima proses belajar mengajar, sebagian besar siswa tidak mendapatkan konsep atau makna dari pelajaran yang mereka pelajari di sekolah. Hal itu dikarenakan, dalam proses belajar mengajar guru seringkali tidak menjelaskan konsep atau makna materi pelajaran untuk diaplikasikan dalam kehidupan nyata.

Maka dari itu, guru sebaiknya lebih dulu mempersiapkan rancangan atau strategi yang tepat dan menarik dalam pembelajaran guna meningkatkan minat belajar matematika siswa. Bila strategi pembelajarannya cocok dengan materi yang diajarkan, maka kemungkinan besar, siswa akan bisa memahami konsep tersebut sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik.

101

Maka dapat disimpulkan, strategi pembelajaran adalah serangkaian konsep maupun rencana dalam kegiatan belajar mengajar antar guru dengan siswa untuk mencapai tujuan yang sama yaitu hasil belajar yang memuaskan. Termasuk memilih strategi yang paling tepat, yaitu strategi Realistic Mathematics Education (RME). Dengan memasukan konsep dan rumus matematika ke dalam strategi Realistic Mathematics Education (RME), diharapkan dapat membantu siswa untuk lebih mengingat tujuan dalam mempelajari matematika.

TINJAUAN PUSTAKA Hasil Belajar Matematika

Proses belajar yang dialami oleh setiap individu tidak terhitung oleh waktu. Pendapat ini didukung dengan ungkapan dari Siagian (2012:124) yang mengatakan bahwa “Belajar adalah suatu proses kompleks yang terjadi pada

semua orang yang berlangsung seumur hidup”. Belajar menjadi aktivitas yang penting dalam kehidupan manusia,

karena melaui kegiatan belajar manusia akan mengalami dan melakukan perubahan-perubahan Ketika seseorang menerima proses pembelajaran, maka individu tersebut akan menerima interaksi hingga terjadi peruahan perilaku

kearah yang lebih baik. Slameto (2003:2) bahwa : “pengertian belajar yaitu suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru seara keseluruhan, sebagai hasil

pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya”. Belajar merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh perubahan pada tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman dan interaksi dengan lingkungan. Hal ini

sesuai dengan yang diungkapkan oleh Djamarh (2002:12), “belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk

memperoleh suatu perubahan tingkah laku seabgai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kgonitif, afektif, dan psikomotor”.

Hasil belajar merupakan hasil yang diperoleh setelah belajar dan terlihat dari perubahan tingkah laku sebagi hasil dari pengalaman belajar yang diperoleh oleh siswa setelah mengalami aktifitas belajar. Menurut Supardi

(2011:194) yang dikutip oleh Suhendri bahwa “hasil belajar adalah pola-pola perubahan tingkah laku seseorang yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan/atau psikomotor setelah menempuh kegiatan belajar tertentu yang tingkat kualitas perubahannya sangat ditentukan oleh faktor-faktor yang ada dalam diri siswa dan lingkungan sosial yang

mempengaruhinya” (Suhendri, 2013:179). Tidak jauh berbeda, menurut Arikunto (2006:14-15) “Hasil belajar adalah hasil setelah mengalami proses belajar, dimana tingkah laku tampak dalam bentuk perbuatan yang dapat

diamati dan diukur”.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah hasil belajar yang dilihat dari perubahan tingkah laku, setelah diamati dan diukur yang meliputi aspek kognitif, afektif dan atau psikomotorik setelah menempuh kegiatan belajar.

Strategi Pembelajaran Realistic Mathematic Education (RME)

Strategi Realistic Mathematics Education (RME) menjadi salah satu strategi pembelajaran yang berkaitan langsung dengan realitas. Pembelajaran matematika dengan pendekatan realistik atau nyata merupakan salah satu cara yang dilaksanakan dengan menempatkan realitas dan pengalaman siswa sebagai titik awal pembelajaran.

Menurut Hadi(2003:1) yang dikutip oleh blog ilmu matematika menyatakan bahwa “Realistic Mathematic Education (RME) yang dalam makna Indonesia berarti pendidikan matematika realistik (PMR) yang dikembangkan berdasarkan pemikiran Hans Freudenthal yang berpendapat matematika merupakan aktivitas insani (human activities) dan harus dikaitkan dengan realitas”. Adapun yang menjadi Karakteristik Realistic Mathematic Education

(RME) menurut Suharta (2005:2) bahwa “karakteristik RME adalah menggunakan konteks “dunia nyata”, model-

model, produksi dan konstruksi siswa, interaktif dan keterkaitan”.

Berikut kelebihan strategi Realistic Mathematic Education (RME) sebagai berikut : 1) Pembelajaran matematika realistik memberikan pengertian yang jelas kepada siswa tentang kehidupan sehari-hari dan kegunaan pada umumnya bagi manusia. 2) pembelajaran matematika realisik memberikan pengertian yang jelas kepada siswa matematika adalah suatu bidang kajian yang dikontruksi dan dikembangkan sendiri oleh siswa tidak hanya oleh mereka yang disebut pakar dalam bidang tersebut. 3) pembelajaran matematika realistik memberikan pengertian yang jelas kepada siswa cara penyelesaian suatu soal atau masalah tidak harus tunggal dan tidak harus sama antara yang satu dengan orang yang lain. 4) pembelajaran matematika realistik memberikan pengertian yang jelas kepada siswa bahwa dalam memperlajari matematika, proses pembelajaran merupakan sesuatu yang utama dan orang harus menajlani proses itu dan berusaha untuk menemukan sendiri konsep-konsep matematika dengan bantuan pihak lain yang sudah lebih tahu (misalnya guru). Adapaun kesulitan dalam pembelajaran matematika realistik yaitu sebagai

102

berikut : 1) tidak mudah untuk merubah pandangan yang mendasar tentang berbagai hal, misalnya mengenai siswa, guru, dan peranan sosial atau masalah kontekstual, sedang perubahan itu merupakan syarat untuk dapat diterapkan PMR. 2) pencarian soal-soal kontekstual yang memenuhi syarat-syarat yang dituntut dalam pembelajaran matematika realistik tidak selalu mudah untuk setiap pokok bahasan matematika yang dipelajari siswa, terlebih-lebih karena soal-soal tersebut harus bisa diselesaikan dengan bermacam-macam cara. 3) Tidak mudah bagi guru untuk mendorong siswa agar bisa menemukan berbagai cara dalam menyelesaikan soal atau memecahkan masalah. 4) tidak mudah bagi guru untuk memeberi bantuan kepada siswa agar dapat melakukan penemuan kembali konsep- konsep atau prinsip-prinsip matematika yang dipelajari.

Strategi Pembelajaran Open Ended

Open berasal dari baha inggis yang berarti buka. Ended yang berasal dari kamus bahasa ingris dari kata end yang artinya selesai. Sehingga dapat disimpulkan open ended adalah sifat yang terbuka. Suherman, dkk (2003:5) mengemukakan bahwa dalam kegiatan matematika dan kegiatan siswa disebut terbuka jika memenuhi kegiatan aspek berikut : 1) kegiatan siswa harus terbuka. 2) kegiatan matematika merupakan ragam berpikir. 3) kegiatan siswa dan kegiatan matematika merupaka satu kesatuan.

Adapun kelebihan dari strategi Open Ended menurut Suherman, dkk (2003:906) sebagai berikut : 1) siswa berpartisipasi lebih aktif dalam pembelajaran dan sering mengeksperesikan idenya. 2) siswa memiliki kesempatan lebih banyak dalam memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan matematika secara komprehensif. 3) siswa dengna kemampuan matematika rendah dapat merespon permasalahn dengan cara mereka sendiri. 4) siswa secara inteisic termotivasi untuk memeberikan bukti atau penjelasan. 5) siswa memiliki pengalaman banyak untuk menemukan sesuatu dalam menjawab permasalahan. Selain kelebihan, adapun kelemahannya sebagai berikut : 1) membuat dan menyiapkan masalah matematika yang bermakna bagi siswa bukanlah pekerjaan yang mudah. 2) mengemukakan masalah yang langsung dapat dipahami siswa sangat sulit sehingga banyak siswa yang mengalami kesulitan bagaimana merespon permasalahannya yang diberikan. 3) siswa dengan kemampuan tinggi bisa merasa ragu atau mencemaskan jawaban mereka. 4) mungkin ada sebagian siswa yang merasa bahwa kegiatan belajar mereka tidak menyengangkan karena kesulitan yang mereka hadapi.

METODE

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran Realistic Mathematic Education (RME) terhadap hasil belajar matematika. Adapun teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Desain penelitian dimana ada 2 (dua) kelompok yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Kelompok pertama diberik perlakuan dengan strategi pembelajaran Realistic Mathematic Education (RME) kemudian dilakukan pengukuran sedangkan kelompok kedua diberi dengan strategi pembelajaran Open Ended kemudian dilakukan pengukuran. Untuk lebih jelasnya, desain penelitian dapat digambarkan sebagai berikut :

Sampel Metode Nilai

R (E) X11 X12

R (K) Y11 Y12

Keterangan :

R (E) = Kelas Eksperimen R (K) = Kelas Kontrol

X11 = Kelompok kelas eksperimen menggunakan strategi pembelajaran Realistic Mathematic Education (RME)

X12 = Kelompok kelas kontrol menggunakan strategi pembelajaran Open Ended Y11 = Nilai hasil belajar matematika siswa kelompok eksperimen

103

Dalam dokumen MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDE (Halaman 109-112)

Garis besar

Dokumen terkait