Jati Pambudi
Universitas Indraprasta PGRI, [email protected]
Abstrak. Cetak Biru Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sudah bersama sama disepakati negara ASEAN pada tahun 2007. Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sendiri merupakan bagian dari visi ASEAN 2020, yang mana diharapkan ASEAN bertransformasi menjadi kawasan yang stabil, makmur dan berdaya saing tinggi dengan tingkat pembangunan ekonomi yang merata serta kesenjangan sosial ekonomi dan kemiskinan yang semakin berkurang. Dalam upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) guna meningkatkan daya saing negara dalam pergaulan ASEAN perlu ditopang dari peningkatan kualitas pendidikan, yang mana pendidikan mempunyai porsi besar dalam penentu masa depan suatu negara. Urgensi tersebut dapat dijawab melalui Total Quality Management (TQM) pada dunia pendidikan yang mana memegang peranan penting dalam upaya menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan khususnya matematika yang mana mempunyai pengaruh yang cukup luas bagi bidang pendidikan lainnya. Nilai penting yang terkandung pada Total Quality Management (TQM) adalah customer focus, dimana diharapkan customer dalam dunia pendidikan yang tidak lain adalah pelajar itu sendiri mendapatkan hak-hak pendidikan yang tidak cuma layak maupun relevan tetapi juga memiliki nilai lebih berupa daya dukung yang kedepannya diharapkan pelajar dapat dengan baik menghadapi era persaingan global. Melalui tools Total Quality Management (TQM) yang diterapkan pada dunia pendidikan diharapkan dapat menjadi katalis bagi perbaikan standar mutu pendidikan. Kata kunci: Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Sumber Daya Manusia (SDM), Total Quality
Management (TQM), Customer Focus, Standar Mutu
Abstract. Blue print of ASEAN Economic Community (AEC) was agreed by ASEAN on 2007. ASEAN Economic Community (AEC) is a part of ASEAN Vision 2020, that ASEAN will transform to a stable, wealth and competitive region with spread economic and decrease the poorness. In increa sing quality of human resources to develop competitiveness in ASEAN region we need to increase quality of education, that have a lot of portion in a nation future. That urgency can solve by Total Quality Management (TQM) who keep and increase the quality of education especially for math that have effort to another subject. The most valuable in Total Quality Management (TQM) is customer focus, where the customers of education (students) get all they need, not only relevant but also more value of competitiveness future in globalization era. With Total Quality Management (TQM) tools which applied in education, hopely it will be a catalyst for improving education standard quality.
Keyword: ASEAN Economic Community (AEC), Human Resources, Total Quality Management (TQM), Customer Focus, Standard Quality
PENDAHULUAN
Pesatnya perkembangan interaksi antar bangsa di berbagai regional memacu setiap negara untuk saling berintegrasi dalam menciptakan kekuatan ekonomi, sosial, teknologi, keamanan dan sebagainya. Sejalan dengan itu dalam perkembangannya negara Asia Tenggara yang tergabung dalam ASEAN telah menyepakati penerapan konsep Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang merupakan hasil kesepakatan bersama yang dibuat pada tahun 2007 di Singapura. Dengan adanya konsep pasar tunggal ASEAN yang merupakan pilar dari Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), diharapkan masyarakat Indonesia dapat meningkatkan daya saingnya agar dapat berkompetisi di Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), yang mana kedepannya tenaga kerja dari negara ASEAN dapat dengan mudah bekerja di Indonesia. Oleh karena itu penting bagi kita untuk menguatkan kemampuan bersaing yang salah satunya dapat dengan cara meningkatkan kualitas di bidang pendidikan.
Pendidikan adalah suatu cerminan kemajuan bangsa di tangan pendidikanlah kemajuan atau kemerosotan suatu bangsa ditentukan. Dengan bergulirnya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) maka perlu adanya peningkatan pendidikan yang terintegritas sehingga pendidikan dapat bermakna pada kemajuan bangsa. Namun adapun permasalahan pada saat ini adalah perkembangan pendidikan yang ada belum banyak berkontribusi pada perkembangan bangsa sehingga perlu adanya standar kualitas atau mutu yang berfokus pada kebutuhan pelajar. Pada standar ISO 9001:2001 digambarkan dengan jelas bahwa yang ingin dicapai adalah perbaikan secara kontinu yang
161
didasarkan kepada customer focus yang dalam hal ini adalah pelajar. Dengan adanya perbaikan secara kontinu diharapkan apapun yang menjadi kebutuhan pelajar dapat terpenuhi dengan baik sehingga diharapkan mempunyai dampak positif bagi perkembangan bangsa kedepannya karena berpedoman pada pendidikan yang tepat guna. Kualitas atau mutu dalam pendidikan dapat ditingkatkan melalui konsep Total Quality Management (TQM) dimana pelajar bisa memperoleh pengajaran yang sesuai dan mengembangkan dirinya dengan baik karena konsep Total Quality Management (TQM) itu sendiri berfokus pada pelanggan (pelajar). Dalam pendidikan matematika konsep TQM akan menjadi sangat bermanfaat karena absorpsi ilmu oleh pelajar akan bervariasi sehingga pelajar tidak perlu khawatir akan tertinggal dalam proses pembelajaran. Adapun tools yang biasa digunakan dalam peningkatan kualitas atau mutu diantaranya yakni brainstorming, afinitas jaringan kerja, diagram ishikawa, analisis kekuatan lapangan, pemetaan proses, flowcharts, diagram pareto, standarisasi, dan pemetaan jalur karir. Dari sanalah diharapkan Total Quality Management (TQM) dapat memberikan nilai lebih pada proses pendidikan sehingga menciptakan pelajar yang mempunyai daya saing.
METODE
Dalam penelitian ini digunakan tipe penelitian deskriptif analitik, yang mana menggambarkan dan menganalisa bagaimana Total Quality Management (TQM) dapat menjadi solusi dalam meningkatkan mutu pendidikan. Sedangkan dalam teknik analisis data digunakan metode content analysis, yaitu penelitian dimana berisi penjelasan dan analisis dari sumber-sumber yang ada yang mana data-data tersebut saling berkaitan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Matematika merupakan hasil pikir manusia yang kebenarannya bersifat umum. Dalam penerapan peembelajarannya sering kali terdapat hambatan diantaranya adalah proses penyerapan pada setiap pelajar yang tidak merata, sehingga perlu adanya konsep tertentu agar tidak ada pelajar yang tertinggal pelajarannya. Dalam pendidikan matematika adalah salah satu pelajaran yang penting dimana didalamnya terkandung pengetahuan yang berisi cabang-cabang ilmu pengetahuan lainnya, terlebih lagi saat ini kita dihadapkan pada Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), yang mana kita dituntut untuk dapat besaing dengan baik dan dapat mencetak pelajar berkualitas yang kedepannya dapat berkontribusi bagi perkembangan bangsa.
Dari sana perlu adanya peningkatan kualitas pada dunia pendidikan, salah satunya adalah dengan Total Quality Management (TQM). Konsep Total Quality Management (TQM) berfokus pada customer yang dalam hal ini adalah pelajar. Selain itu perbaikan terus menerus adalah nilai penting pada Total Quality Management (TQM) yang mana terdapat pula pada standar ISO 9001:2001
Gambar 1. Model sistem manajemen mutu berdasarkan proses Total Quality Management (TQM) dalam Konteks Pendidikan
Dalam kunci sukses Total Quality Management (TQM) terdapat mata rantai internal eksternal yang efektif antara pelajar dan sekolah. Dalam konteks pendidikan Total Quality Management (TQM) merubah pola hubungan dengan memberikan sebuah fokus pelanggan yang jelas. Fokus tersebut tidak beredampak pada struktur otoritas sekolah, dan juga tidak mengurangi peran kepemimpinan kepala sekolah. Hirarki terbalik menekankan pada pola hubungan yang mengutamakan pelayanan pada pelanggan.
162
Gambar 2. Institusi hirarki dan institusi terbalik dalam pendidikan
Pada proses pencapaian perbaikan mutu diperlukan adanya tools yang tepat dalam penyelesaian maupun dalam pengambilan keputusan diantaranya adalah:
1. Brainstorming
Brainstorming merupakan alat yang ideal TQM. Brainstorming dapat meningkatkan kreatifitas dan mengembangkan ide-ide secara cepat. Dengan brainstorming diharapkan para staf dapat berdaya cipta dan terbebas dari segala tekanan. Brainstorming dapat berbentuk aktivitas yang terstruktur dan tak terstruktur. Brainstorming yang terstruktur melibatkan setiap tim dalam memunculkan ide, sedangkan brainstorming yang tidak terstruktur dapat merangsang kreatifitas namun akan mendorong anggota yang lebih vokal yang memegang kendali.
2. Afinitas Jaringan Kerja
Teknik ini digunakan untuk mengidentifikasi ide ide yang memiliki keterkaitan lebih dari pada yang lain dan untuk mengelompokkan sesuai dengan keterkaitannya. Afinitas jaringan kerja ini lebih menggunakan proses kreatif dibandingkan proses logis. Ia membantu mencegah kekacauan dan mencegah tim dalam lautan ide. 3. Diagram Ishikawa
Teknik ini juga disebut diagram tulang ikan karena bentuknya yang menyerupai tulang ikan. Ishikawa diambil dari penemunya yaitu Kaoru Ishikawa. Teknik ini menganjurkan untuk memetakan faktor penyebab terjadinya masalah pada tujuan yang diharapkan. Pemetaan ini dapat dilakukan dengan baik melalui sesi brainstorming untuk mendata semua faktor yang mempengaruhi mutu dari sebuah proses dan selanjutnya untuk memetakan relasi antar faktor faktor tersebut.