• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA

Dalam dokumen MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDE (Halaman 120-123)

Frengki Simanjuntak1 dan Roida Eva Flora Siagian2

[email protected]

Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Teknik, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indraprasta PGRI

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motode pembelajaran tutor sebaya terhadap hasil belajar matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Sampel diambil dengan teknik random sampling berjumlah 32 siswa. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data dilakukan dengan tes objektif dengan 20 soal pilihan ganda dengan empat pilihan jawaban. Data dianalisis terlebih dahulu dengan uji persyaratan analisis data yaitu uji normalitas menggunakan Chi kuadrat dan uji homogenitas menggunakan uji F. Setelah uji persyaratan analisis data terpenuhi, dilakukan uji-t untuk pengujian hipotesis penelitian. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa Hasil belajar yang diajarkan menggunakan metode pembelajaran Tutor Sebaya lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diajarkan menggunakan metode pembelajaran Numbered Heads Together. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa “Metode Tutor Sebaya Berpengaruh Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa”.

Kata Kunci : Metode Pembelajaran Tutor Sebaya, Hasil Belajar Matematika.

Abstract. This study aims to determine the influence of peer tutoring learning method possible to mathematics learning outcomes. The method used was experimental method. Samples were taken by random sampling technique amounted to 64 students. The instrument used for data collection is done by an objective test with 20 multiple choice questions with four possible answers. Data were analyzed prior to the test requirements of data analysis is using Chi square test for normality and homogeneity test using F test after test data analysis requirements are met, the t-test for testing the research hypothesis. From the research found that the learning outcomes are taught using instructional methods Peer Tutor higher than students taught using instructional methods Numbered Heads Together. It can be concluded that the "Method of Influential Against Peer Tutor Math Student Learning Outcomes".

Keywords : Learning Metode Peer Tutor, Math Learning Outcomes. PENDAHULUAN

Kemajuan suatu negara dapat diukur dari kemajuan tingkat pendidikan masyarakatnya. Hal ini dapat kita sadari karena peranan pendidikan demikian penting dalam rangka menyiapkan dan membentuk sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas serta mampu mengahadapi tantangan zaman sesuai dengan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Pendidikan pada dasarnya merupakan proses dalam membantu manusia mengembangkan dirinya, sehingga mampu menghadapi setiap perubahan yang terjadi dari kehidupan. Rata-rata siswa kurang berminat terhadap pelajaran matematika yang disampaikan, mereka cenderung kurang memperhatikan dan lebih mementingkan hal lain daripada belajar seperti mengobrol, dan menggangu temannya bahkan ada yang tertidur. Hal itu tentu sangat menganggu dan tidak memungkinkan untuk memperoleh hasil pembelajan yang maksimal, ini dapat dilihat dari nilai hasil belajar yang menjadi tolak ukur oleh masyarakat terhadap keberhasilan tersebut ialah nilai hasil belajar matematika.

Dalam kegiatan belajar mengajar, penggunaan metode pembelajaran merupakan salah satu unsur yang paling menentukan akan keberhasilan prestasi peserta didik. Bahkan tak jarang ada pula yang mengatakan bahwa penggunaan metode atau metode pembelajaran adalah salah satu faktor penentu dari hasil belajar peserta didik. Maka penggunaan metode atau metode pembelajaran perlu diperhatikan agar kegaitan belajar mengajar tidak membosankan dan cenderung monoton. Penggunaan metode pembelajaran yang tepat bagi kondisi peserta didik dalam kelas merupakan hal yang utama. Penggunaan metode pembelajaran yang tepat akan membantu meminimalisir kesulitan atau hambatan yang dialami oleh peserta didik. Salah satu metode pembelajaran tersebut ialah tutor sebaya. Hal ini sependapat dengan Supriadi (2013:35) yang dimaksud dengan tutor sebaya adalah

“seseorang atau beberapa orang siswa yang memiliki kemampuan lebih baik dari siswa lainnya sehingga ditunjuk

dan ditugaskan untuk membantu siswa-siswa tertentu yang mengalami kesulitan belajar”. TINJAUAN PUSTAKA

Hasil Belajar Matematika

Belajar merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh perubahan pada tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman dan interaksi dengan lingkungan. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh

112

Djamarah (2002:12), “belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif,

afektif, dan psikomotor”.

Setiap proses belajar mengajar harus ada interaksi antara siswa dan guru untuk mencapai tujuan pendidikan. Dalam tujuan pendidikan berhasil tidaknya dilihat dari hasil belajar siswa. Hasil belajar merupakan tingkah laku siswa akibat dari proses belajar yang ditempuhnya. Sebagaimana yang diungkapkan Sudjana

(2013:138) berpendapat bahwa ”Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki peserta didik setelah

menerima pengalaman belajarnya”. Maka hasil belajar merupakan kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik

sebagai hasil dari pengalaman belajarnya.

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah hasil belajar ialah perubahan tingkah laku, pengetahuan, pemahaman, sikap serta mampunyai peserta didik dalam memahami, menguasai, dan menerapkan yang berlangsung secara terus menerus dan bersifat menetap sebagai hasil dari pengalamannya dalam proses belajar yang dapat diteliti dan diukur .

Metode Pembelajaran Tutor Sebaya

Tutor Sebaya merupakan metode pembelajaran dengan pendekatan kooperatif dimana rasa saling menghargai dan saling mengerti dibina agar tercipta kerja sama yang baik. Hal ini sesuai dengan Slameto (2003:35)

yang dimaksud dengan tutor sebaya adalah “seseorang atau beberapa orang siswa yang memiliki kemampuan lebih

baik dari siswa lainnya sehingga ditunjuk dan ditugaskan untuk membantu siswa-siswa tertentu yang mengalami

kesulitan belajar”. Sedangkan menurut Hamalik (2005:65-66), “Tutor sebaya adalah sekelompok peserta didik yang telah tuntas beban belajarnya, memberikan bantuan kepada peserta didik yang mengalami kesulitan dalam

memahami bahan pelajaran yang dipelajarinya”.

Berikut kelebihan metode pembelajaran Tutor Sebaya sebagai berikut : 1) Adanya suasana hubungan yang lebih akrab dan dekat antara siswa yang dibantu dengan siswa sebagai tutor yang membantu. 2) Bagi tutor sendiri kegiatannya merupakan pengayaan dan menambah motivasi belajar. 3) Bersifat efesien artinya bisa lebih banyak yang dibantu. 4) Dapat meningkatkan rasa tanggung jawab akan kepercayaan. Tutor Sebaya juga memliki kelemahan sebagai berikut : 1) Siswa yang dipilih sebagai tutor sebaya dan berprestasi baik belum tentu mempunyai hubungan baik dengan siswa yang dibantu. 2)Siswa yang dipilih sebagai tutor belum tentu bisa menyampaikan materi dengan baik.

Metode Pembelajaran Numbered Heads Together

Pembelajaran NHT merupakan suatu metode pembelajaran yang mengutamakan keaktifan siswa dalam mencari, mengelola dan melaporkan informasi dari berbagai sumber yang dilakaukan secara kelompok kemudian dipresentasikan di depan kelas. Hal ini sesuai dengan Uno (2007:27) metode pembelajaran NHT adalah suatu metode pembelajaran kooperatif, dimana siswa bekerja sama dalam kelompok yang terdiri dari siswa yang berkemampuan rendah, sedang, dan tinggi untuk bertukar pikiran dalam memecahkan masalah. Setelah mereka selesai bertukar pikiran untuk membahas materi pelajaran yang diberikan guru, kemudian mereka mempresentasikannya di depan kelas.

Berikut kelebihan dan kelemahan metode pembelajaran numbered heads together : 1) Saling ketergantungan yang positif. 2) Adanya pengakuan dalam merespon perbedaan individu. 3) Siswa dilibatkan dalam perencanaan dan pengelolaan kelas. 4) Suasana kelas yang rileks dan menyenangkan. 5) Terjalinnya hubungan yang hangat dan bersahabat antar siswa dan guru. Numbered heads together juga memiliki kelemahan sebagai berikut : 1) Guru harus mempersiapkan pembelajaran secara matang, disamping itu memerlukan lebih banyak tenaga, pemikiran, dan waktu. 2) Agar proses pembelajaran berjalan dengan lancar maka dibutuhkan dukungan fasilitas, alatdan biaya yang cukup memadai. 3) Saat diskusi kelas terkadang didominasi seseorang, hal ini mengakibatkan siswa yang lain menjadi pasif.

METODE

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran tutor sebaya terhadap hasil belajar matematika siswa teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Desain penelitian dimana ada 2 (dua) kelompok yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Kelompok pertama diberi perlakuan dengan metode pembelajaran tutor sebaya kemudian dilakukan pengukuran sedangkan kelompok kedua diberi dengan metode pembelajaran numbered heads together kemudian dilakukan pengukuran. Untuk lebih jelas, desain penelitian dapat digambarkan sebagai berikut :

Sampel Metode Nilai

R (E) X11 X12

113

Keterangan :

R (E) = Kelas Eksperimen R (K) = Kelas Kontrol

X11 = Kelompok kelas eksperimen menggunakan metode pembelajaran Tutor Sebaya

X12 = Kelompok kelas kontrol menggunakan metode pembelajaran NHT (Numbered heads together) Y11 = Nilai hasil belajar matematika siswa kelompok eksperimen

Y12 = Nilai hasil belajar matematika kelompok control

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil

Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas Eksperimen

Tabel 1 Tabel Distribusi Frekuensi

Interval fi xi fi. xi (xi - )2 fi . (xi - )2

59 – 65 2 62 124 396,3 792,5 66 – 72 5 69 345 166,6 832,9 73 – 79 7 76 532 34,9 244,2 80 – 86 4 83 332 1,2 4,8 87 – 93 10 90 900 65,5 655,1 94 – 100 4 97 388 227,8 911,3 32 2.621 3440,7

Dari uraian diatas dapat dikatakan bahwa hasil belajar kelompok eksperimen yang diajarkan menggunakan metode pembelajaran Tutor Sebaya terlihat nilai rata-rata sebesar 81,9, nilai median sebesar 83 dan nilai modus sebesar 90. Maka nilai siswa didalam kelas tersebut dapat dikatakan baik.

Hasil Belajar Matematika Kelas Kontrol

Tabel 2 Tabel Ditribusi Frekuensi

Interval fi xi fi. xi (xi - )2 fi . (xi - )2

54 – 60 2 57 114 337,6 675,3 61 – 67 5 64 320 129,4 647,0 68 – 74 7 71 497 19,1 134,0 75 – 81 10 79 780 6,9 68,9 82 – 88 5 86 425 92,6 463,2 89 – 95 3 93 276 276,4 829,2 32 2.412 337,6 2817,5

Dari uraian diatas dapat dikatakan bahwa hasil belajar kelompok eksperimen yang diajarkan menggunakan metode pembelajaran Numbered heads together terlihat nilai rata-rata sebesar 75,4, nilai median sebesar 76,8 dan nilai modus sebesar 77,1. Maka nilai siswa didalam kelas tersebut dapat dikatakan cukup.

Uji Persyaratan Analisis Data Uji Normalitas

Dalam penelitian ini uji normalitas menggunakan uji Chi Kuadrat Supardi (2013:138) . Dengan kaidah keputusan :

Jika χ2 hitung < χ

2

tabel H0 diterima maka data berdistribusi normal

jika χ2

hitung > χ2tabel H0 ditolak maka data berdistribusi tidak normal

Pengujian normalitas kelas eksperimen dan kelas kontrol masing-masing menggunakan α = 0,05 dan n = 32. Didapat nilai χtabel = 11,07, sedangkan untuk χhitung pada kelas eksperimen dan χtabel kelas kontrol masing- masing adalah -5,144 dan 0,988.

Semua kelompok hasil belajar matematika yang diuji normalitasnya dengan uji Chi Kuadrat memberikan nilai χ atau nilai chi kuadrat untuk hasil observasi lebih kecil dibandingkan dengan χtabel pada taraf signifikan 0,05 dengan n = 32, nilai χtabel = 11,07 sehingga disimpulkan bahwa seluruh kelompok dan hasil belajar matematika dalam penelitian ini dari populasi yang berdistribusi normal.

Uji Homogenitas

Pengujian homogenitas dengan uji F dengan cara membandingkan varians data terbesar dibagi dengan varians data terkecil Supardi (2013:142). Diperoleh perhitungan dengan dkpembilang = 32-1 (untuk varians terbesar) dan dkpenyebut = 32-1 (untuk varians terkecil), serta taraf signifikan α = 0,05 maka diperoleh Ftabel = 1,822.

Dengan kriteria pengujian :

114

Dalam dokumen MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDE (Halaman 120-123)

Garis besar

Dokumen terkait