• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA YANG DIAJAR

Dalam dokumen MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDE (Halaman 166-169)

MENGGUNAKAN METODE SNOWBALL THROWING DENGAN METODE DRILL

Irma Fazarina, dan Lasia Agustina

Prodi Pendidikan Matematika, Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta Email: [email protected]

Prodi Pendidikan Matematika, Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta Email: [email protected]

Abstrak. Bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar Matematika siswa yang diajar menggunakan metode Snowball Throwing dengan metode Drill. Metode penelitian menggunakan eksperimen komparatif. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 50 siswa. Pengujian normalitas menggunakan uji Lilliefors dimana sampel berdistribusi normal. Dilanjutkan dengan pengujian homogenitas menggunakan uji Fisher dan diperoleh data hasil belajar Matematika dari kedua kelas homogen. Berdasarkan hasil perhitungan uji hipotesis dengan menggunakan uji-t, diperoleh bahwa rata-rata hasil belajar Matematika siswa yang diajar menggunakan metode snowball throwing lebih tinggi daripada rata-rata hasil belajar Matematika siswa yang diajar menggunakan metode drill.

Kata Kunci : Metode Snowball Throwing, Metode Drill, Hasil Belajar Matematika PENDAHULUAN

Kualitas SDM sangat berkaitan dengan kualitas pendidikan. Hal ini sesuai dengan pernyataan Isnaini (2012: 1),

“Pendidikan merupakan sarana strategis untuk meningkatkan kualitas suatu bangsa, karenanya kemajuan suatu

bangsa dapat diukur dari kemajuan pendidikannya”. Sedangkan menurut Tirtarahardja (2005: 225), “Pendidikan

mempunyai tugas menyiapkan sumber daya manusia untuk pembangunan”. Sejalan dengan hal itu maka perlu

adanya peningkatan mutu pendidikan untuk pengembangan kualitas SDM agar mampu mandiri dan terampil sesuai dengan tuntutan pembangunan. Sekolah harus dapat berfungsi sebagai pintu gerbang dalam menghadapi tuntutan masyarakat, ilmu pengetahuan dan teknologi. Matematika merupakan bidang studi yang diajarkan kepada anak pada tiap tingkat pendidikan. Masih banyak siswa yang menganggap Matematika merupakan pelajaran berhitung yang rumit dan terlalu banyak rumus. Selain itu, objek Matematika yang abstrak juga dianggap sebagai faktor yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep Matematika. Akibatnya siswa menjadi malas dan kurang tertarik dalam mempelajari Matematika sehingga menyebabkan hasil belajar Matematika masih tergolong rendah, hal ini dapat dilihat dari rata-rata nilai ulangan harian siswa kelas X SMK Budhi Warman II Jakarta Tahun Pelajaran 2013/2014 dalam tabel berikut:

Tabel 1. Nilai Rata-rata Ulangan Harian Kelas X Semester Genap Tahun Pelajaran 2013/2014 SMK Budhi Warman II Jakarta Mata

Pelajaran

Ulangan Harian (UH)

KKM Rata-

rata

UH 1 UH 2 UH 3

Matem

atika 76 73 75 83 74,67

Sumber: Tata Usaha SMK Budhi Warman II Jakarta

Aktivitas siswa dalam pembelajaran Matematika merupakan salah satu unsur yang paling penting dalam menentukan efektif atau tidaknya suatu pembelajaran. Berkaitan dengan aktivitas siswa dalam pembelajaran, Brophy (Aisyah, 2000: 57) menyarankan agar guru melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran dengan kegiatan diskusi, kerja kelompok, melakukan permainan, atau kegiatan laboratorium. Cara lain untuk melibatkan siswa secara aktif yaitu dengan menerapkan metode snowball throwing. Metode snowball throwing merupakan jenis pembelajaran aktif yang didesain seperti melempar bola. Pada kenyataannya metode snowball throwing masih jarang sekali digunakan oleh guru, meskipun berdasarkan penelitian terbukti metode ini dapat meningkatkan hasil belajar Matematika siswa, sedangkan metode drill (latihan) walaupun sudah seringkali diterapkan oleh guru tetap saja belum dapat memberikan hasil yang maksimal dalam meningkatkan hasil belajar Matematika siswa. Menurut Rizkiyana (2014: 37), metode snowball throwing memiliki beberapa kelebihan yang semuanya melibatkan keikutsertaan siswa dalam pembelajaran. Sedangkan fokus dari metode drill adalah keterampilan menggunakan suatu prosedur. Dapat disimpulkan metode drill adalah cara mengajar matematika dengan memberikan latihan- latihan terhadap apa yang telah dipelajari siswa sehingga memperoleh suatu keterampilan yang lebih tinggi.

158

METODE

Tempat penelitian dilaksanakan di SMK Budhi Warman II Jakarta pada siswa kelas X. Diambil 2 kelas secara acak yaitu kelas X-AP sebagai kelas eksperimen diajarkan dengan metode snowball throwing dan kelas X-AK sebagai kelas kontrol diajarkan dengan metode drill. Banyaknya individu sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 siswa yang diambil dari kedua kelas sampel, masing-masing sebanyak 25 siswa. proses pengambilan sampel kelas eksperimen dan kontrol dilakukan dengan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan berupa tes hasil belajar matematika berbentuk pilihan ganda dengan 5 pilihan jawaban, berjumlah 25 soal. Setiap soal memiliki skor 1 untuk jawaban benar dan skor 0 untuk jawaban salah, sehingga skor total adalah 25. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen komparatif. Desain penelitiannya menggunakan Posttest-Only Control Design sebagai berikut:

Tabel 2. Desain Penelitian

Kelas Perlakuan Hasil

R1 T1 O1

R2 T2 O2

Sumber: Danial (2013: 68) Keterangan:

R1 : Kelas eksperimen diajar menggunakan metode snowball throwing R2 : Kelas kontrol diajar menggunakan metode drill

T1 : Perlakuan pada kelas eksperimen dengan metode snowball throwing

T2 : Perlakuan pada kelas kontrol dengan metode drill O1 : Hasil belajar Matematika siswa pada kelas eksperimen O2 : Hasil belajar Matematika siswa pada kelas kontrol

HASIL DAN PEMBAHASAN

Setelah instrumen diuji validitas dan reliabilitasnya, selanjutnya dilakukan perhitungan distribusi frekuensi, uji persyaratan analisis data dan uji hipotesis.

Berikut hasil perhitungan kedua kelas tersebut :

Tabel 3. Hasil Distribusi Frekuensi

Tabel 4. Hasil Uji Normalitas

No. Kelas Lo(Lhitung) Ltabel

1. 2. Eksperimen Kontrol 0,1234 0,1160 0,1730

Tabel 5. Hasil Uji Homogenitas

No. Kelas Varians Fhitung Ftabel

1. 2. Eksperimen Kontrol 9,00 7,67 1,173 1,98

Sumber : Data diolah dengan α = 5%

Selanjutnya pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji rata-rata atau uji-t tidak berpasangan

dengan taraf signifikan α = 0,05. Dengan hipotesis statistic sebagai berikut : H0 : µa≤ µb

H1 : µa > µb Keterangan:

H0 : Rata-rata hasil belajar Matematika siswa yang diajar

menggunakan metode snowball throwing lebih rendah sama dengan rata-rata hasil belajar Matematika siswa yang diajar menggunakan metode drill.

H1 : Rata-rata hasil belajar Matematika siswa yang diajar

No. Distribusi Frekuensi Eksperimen Kontrol 1. 2. 3. 4. 5. Mean Median Modus Varians Simpangan Baku 20,90 21,63 22,64 9,00 3,00 16,90 17,07 17,00 7,67 2,77

159

menggunakan metode snowball throwing lebih tinggi daripada rata-rata hasil belajar Matematika siswa yang menggunakan metode drill.

µa : Rata-rata hasil belajar Matematika siswa kelas eksperimen µb : Rata-rata hasil belajar Matematika siswa kelas control

Tabel 6. Hasil Uji Hipotesis N o. Kelas M ean Var ians Sa mpel S gab t hitung ttab el 1 . 2 . Eksperi men Kontrol 2 0,90 1 6,90 9,0 0 7,6 7 25 25 2, 89 4 ,94 2,0 13

Sumber : Data diolah dengan α = 5%

Karena thitung > ttabel (4,94 > 2,013) maka H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian hasil belajar Matematika siswa yang diajar menggunakan metode snowball throwing lebih tinggi daripada hasil belajar matematika siswa yang Karena thitung > ttabel (4,94 > 2,013) maka H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian hasil belajar Matematika siswa yang diajar menggunakan metode snowball throwing lebih tinggi daripada hasil belajar matematika siswa yang diajar menggunakan metode drill. Karena thitung > ttabel (4,94 > 2,013) maka H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian hasil belajar Matematika siswa yang diajar menggunakan metode snowball throwing lebih tinggi daripada hasil belajar matematika siswa yang diajar menggunakan metode drill.diajar menggunakan metode drill.

PENUTUP Simpulan

Dari hasil penelitian diperoleh data bahwa rata-rata hitung kelas siswa yang menggunakan metode snowball throwing (kelas eksperimen) menunjukkan hasil yang lebih tinggi jika dibandingkan hasil belajar siswa yang menggunakan metode drill (kelas kontrol) yaitu 20,90 > 16,90. Hal ini dapat disimpulkan bahwa metode snowball throwing lebih baik daripada metode drill. Pada pengujian data dengan menggunakan uji-t diperoleh thitung = 4,94 lebih tinggi daripada ttabel = 2,013 pada taraf signifikansi α = 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar Matematika siswa yang diajar menggunakan metode snowball throwing dengan metode drill. Maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar Matematika siswa yang diajar menggunakan metode snowball throwing lebih tinggi daripada siswa yang diajar menggunakan metode drill. Saran

Adapun saran dari hasil yang diperoleh, metode snowball throwing yang lebih baik, guru hendaknya menggunakan metode snowball throwing sebagai metode pembelajaran alternatif dalam upaya meningkatkan hasil belajar Matematika siswa. Sebelum proses belajar mengajar berlangsung guru hendaknya menjelaskan langkah- langkah yang harus dilakukan dalam menggunakan metode snowball throwing, hal ini dilakukan agar siswa tidak bingung apa yang harus mereka kerjakan dan persiapkan. Guru hendaknya memperhatikan pengelolaan kelas pada saat proses belajar mengajar berlangsung sehingga setiap siswa dapat berkonsentrasi dalam menerima materi pelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Rizkiyana. 2014. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing Terhadap Hasil Belajar Matematika. Skripsi. Program Sarjana Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta.

Tirtarahardja, Umar dan La Sulo. 2005. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Aisyah, Nyimas. 2000. Mengembangkan Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran Matematika Melalui Pembelajaran Kooperatif. Forum Kependidikan, Tahun 20 No.1: 57.

Isnaini, Muhammad. 2012. Pendidikan Sebagai Penentu Kualitas Bangsa (Sebuah Kajian Politik Pendidikan Nasional). http://sumsel.kemenag.go.id/index. php?a= artikel&id= 11542, diakses pada 28 November 2014.

160

PERAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM)

Dalam dokumen MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDE (Halaman 166-169)

Garis besar

Dokumen terkait