Hasil
Analisis Statistik Depskriptif
Pengolahan dan analisis data dengan menggunakan Microsoft Office Excel, hasil analisis statistik deskriptif dapat dinyatakan dalam tabel 2.
Tabel 2. Ringkasan Hasil Perhitungan Statistik Deskriptif
Kelompok Mean Median Modus Standar Deviasi Varians
Eksperimen 80,6 83,5 91,5 15,21
Kontrol 67,2 72,78 10,35 107,12
Sumber: Data primer yang diolah
Berdasarkan data di atas dapat terlihat pembanding statistika deskriptif nilai tes hasil belajar siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dari 20 siswa kelas eksperimen diperoleh rata-rata lebih tinggi dibanding kelas kontrol yang terdiri dari 20 siswa. Begitu pula dengan median (Me) serta modus (Mo) pada kelas eksperimen diperoleh nilai tinggi dibandingkan kelas kontrol. Dapat dilihat juga, dimana nilai terendah dan nilai tertinggi pada kelas kontrol lebih rendah dibandingkan kelas eksperimen, kemudian mean, median dan modus pada kelas kontrol tidak menunjukan pembanding positif yang sangat besar, artinya jumlah siswa yang mendapat nilai dibawah rata- rata pada kelas kontrol lebih sedikit dari jumlah siswa yang mendapatkan nilai diatas rata-rata. Sehingga dapat diketahui bahwa rata-rata hasil belajar matematika siswa kelas eksperimen lebih tinggi dari pada rata-rata hasil belajar matematika siswa kelas kontrol.Terlihat juga mean, median dan modus pada kelas eksperimen menunjukan perbandingan positif yang artinya jumlah siswa yang mendapat nilai di bawah rata-rata yang kelas eksperimen lebih sedikit daripada jumlah siswa yang mendapat nilai di atas rata-rata.
Uji Persyaratan Analisis Data
Sebelum dilakukan pengujian hipotesis, terlebih dahulu harus dilakukan uji peryaratan analisis data, yang meliputi uji normalitas dan uji homogenitas. Pengujian normalitas dilakukan untuk mengetahui distribusi data untuk setiap kelompok sampel yang diteliti normal atau tidak. Pengujian dilakukan dengan menggunakan Microsoft Office Excel dengan kriteria pengujian adalah jika Jika Lo = Lhitung < L tabel terima H0, dan Jika Lo = Lhitung > L tabel tolah H0 . Untuk menerima atau menolak hipotesis nol (H0), dilakukan dengan cara membandingkan L0 ini dengan nilai Lkritis atau Ltabel yang didapat dari tabel Liliefors untuk taraf nyata (signifikan) yang dipilih,
misal α = 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh kelompok sampel dalam penelitian ini berdistribusi normal.
Tabel 3. Ringkasan Hasil Uji Normalitas
Kelas Jumlah Sampel
Kesimpulan
Eksperimen 20 O,15 0,19 Normal
Kontrol 20 0,13 0,19 Normal
Sumber: Data primer yang diolah
Pengujian homogentitas dimasukadkan untuk menguji apakah data sari masing-masing sampel mempunyai varian yang sama atau tidak. Pengujian dilakukan dengan menggunakan Microsoft Office Excel dengan kriteria pengujian adalah Terima H0 jika Fhitung < Ftabel ; dan Tolak H0 jika Fhitung > Ftabel. Untuk menerima atau menolak hipotesis nol (H0), dilakukan dengan cara membandingkan F0 ini dengan nilai Fkritis atau Ftabel yang didapat dari tabel distribusi F. Ftabel untuk taraf signifikansi α, dk1= dkpembilang= n – 1, dan dk2=dkpenyebut= nb– 1. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data kedua kelas sampel berasal dari populasi yang mempunyai varians yang sama.
Tebel 4. Ringkasan Hasil Uji Homogenitas
Kelas Jumlah Sampel Varians (S2) Kesimpulan Eksperimen 20 231,2 Terima H0 Kontrol 20 107,12
Sumber : Data primer yang diolah Pengujian Hipotesis
Setelah semua uji persyaratan analisis data terpenuhi, selanjutnya dilakukan perhitungan pengujian hipotesis, yaitu dengan teknik uji t yang proses pengujiannya dilakukan dengan menggunakan Microsoft Office Excel dengan kriteria pengujian adalah Terima H0 jika thitung < ttabel dan Tolak H0 jika thitung > ttabel. Dari pengolahan
79
data diperoleh hasil sebagai berikut. Untuk menerima atau menolak hipotesis nol (H0), dilakukan dengan cara membandingkan thitung ini dengan nilai ttabel yang didapat dari tabel distribusi t. Untuk taraf nyata (signifikan) yang
dipilih, misal α = 0,05 dan dk = nA+ nB – 2, maka terdapat perbedaan rata-rata. Dari pengolahan data diperoleh hasil sebagai berikut:
Tebel 5. Ringkasan Hasil Pengujian Hipotesis
Kelas Jumlah
Sampel Mean Kesimpulan
Eksperimen 20
2,03 Tolak H0
kontrol 20
Sumber: Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel 5, terlihat bahwa terdapat perbedaan rata-rata antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar setelah masing-masing kelompok sampel mendapat perlakuan. Oleh karena rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Strategi Think Pair Share terhadap hasil belajar matematika.
Pembahasan
Penelitian ini dilaksanakan selama lebih kurang 1 bulan di SMK Buhdi Warman II pada kelas X dimana para siswa ditempatkan di kelas secara merata dengan kemampuan yang sama tanpa adanya pengklasifikasian kelas (kelas unguulan dan biasa). Selama proses pembelajaran yang diklakukan dalam penelitian ini, peneliti menggunakan dua kelas. Pada kelas eksperimen proses pembelajaran tentang materi trigonometri menggunakan Strategi Think Pair Share sedangkan pada kelas kontrol menggunakan metode open-ended.
Berdasarkan hasil penelitian didapat bahwa dalam penggunaan strategi pembelajaran dalam penelitiann di SMK Budhi Warman II. Selain itu Strategi Think Pair Share memberikan dampak positif yaitu siswa lebih bersemangat dalam proses pembelajaran dan mampu bertindak lebih aktif karena memotivasinya untuk menjawab soal dari berbagai permasalahan. Hal ini disebabkan karena pada Strategi Think Pair Share, proses pembelajarannya siswa berperan aktif alam proses pembelajaran. Dengan proses pembelajaran berkelompok memudahkan siswa untuk menjawab saat menyelesaikan soal, dan kerena siswa dapat bertanya (jika kurang mengerti) kepada teman atau guru mereka tanpa ada rasa malu.
Menurut Said,dkk (2010:4) dalam penelitiannya menunjukan bahwa pada kelas yang diajar menggunakan strategi Think Pair Share memiliki hasil belajar yang lebih tinggi dari pada kelas yang tidak diajar dengan stratgi Think Pair Share karena Think pair share dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengingat suatu informasi. Seorang siswa belajar dari siswa lain dan saling menyampaikan idenya untuk didiskusikan sebelum disampaikan didepan kelas. Selain itu, dapat diperbaiki rasa percaya diri dan semua siswa diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam kelas. Bila dibandingkan dengan strategi lama (konvensional) dimana guru mengungkapkan suatu pertanyaan dan seorang siswa memberikan jawaban, maka Think Pair Share ini memberikan kesempatan kepada siswa dalam menanggapi permasalahan yang diajukan oleh guru.
Dari hasil pengujian hipotesis sistematik diperoleh sistematik data nilai thitung = dan ttabel = 2,03 pada taraf 5% yang berarti nilai thitung > ttabel. Hasil tersebut menunjukan bahwa H0 ditolak H1 diterima. Dengan diterimanya H1, hal ini berarti telah membuktikan kebenaraan dari hipotesis, dengan demikian pemberian Stategi Pembelajaran Think Pair Share berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa.
Berdasarkan penelitian di atas, disimpulkan bahwa pemberian strategi Think Pair Share berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika siswa pokok bahasan trigonometri.
PENUTUP Simpulan
Dari hasil penelitian diperoleh data bahwa rata-rata hitung kelas siswa yang menggunakan Strategi Think Pair Share (kelas eksperimen) menunjukkan hasil yang lebih tinggi jika dibandingkan hasil belajar siswa yang menggunakan Metode Open-eded (kelas kontrol. Atau dengan kata lain terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar matematika siswa yang diajar menggunakan Strategi Think Pair Share dengan Metode Open-ended. Jadi terdapat pengaruh strategi Think Pair Share terhadap Hasil Belajar Matematika.
Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka penulis mengajukan saran sebagai berikut :
1. Dengan hasil Strategi Think Pair Share yang lebih baik, guru hendaknya menggunakan Metode Open-ended sebagai metode pembelajaran alternatif dalam upaya meningkatkan hasil belajar matematika siswa.
80
2. Sebelum proses belajar mengajar berlangsung guru hendaknya menjelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menggunakan Strategi Think Pair Share, hal ini dilakukan agar siswa tidak bingung apa yang harus mereka kerjakan dan persiapkan.
3. Guru hendaknya memperhatikan pengelolaan kelas pada saat proses belajar mengajar berlangsung sehingga setiap siswa dapat berkonsentrasi dalam menerima materi pelajaran.
4. Bagi peneliti lain yang ingin melanjutkan penelitian ini disarankan untuk mengambil sampel yang cukup besar dengan jumlah materi yang beragam dan melihat dari sudut pandang lain mengenai seberapa jauh pengaruh Strategi Think Pair Share terhadap cara mengajar guru, motivasi dan minat siswa dalam pembelajaran matematika di kelas.
DAFTAR PUSTAKA
Azizah, Nur. (2008). Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share untuk Aktivitas dan Hasil Belajar Matemtika. Jurnal formatif vol 4 no 1 hal 5
Heruman. 2010. Model Pembelajaran Matematika di SD. Bandung: Remaja Rosda Karya. Purwanto, M.Ngalim. 1990. Psikologi pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya
Said, Ibrahim, dkk. 2010. Pengaruh Model Pembelajaran Think Pair Share terhadap hasil belajar matematika . Jurnal online.
Sanjaya, Wina. 2011. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta:Prenada . Sudjana, nana. (2010). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung : Penerbit PT.Remaja Rosdakarya. Sukino. 2007. Matematika Untuk Kelas X. Jakarta: Erlangga.
Triyanto. 2007. Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Kontruktivistik: Konsep, Landasan, Teristik-