B anyak hal yang dapat dim anfaatkan dari hasil riset yang dilakukan oleh C ongressional M anagem ent Foundation ketika yang bersangkutan m eneliti 605 w ebsite para w akil rakyat A m erika S erikat – baik yang berada di ”D ew an P erw akilan R akyat”-nya (H ouse of R epresentative) m aupun di ”D ew an P erw akilan N e gara B agian”-nya (S enate). S alah satunya adalah kesim pulan hasil riset terkait dengan aspek penting yang harus dipertim bangkan oleh pem buat w ebsite pem erintah agar teknologi tersebut dapat secara efektif m enunjang fungsi dan peranan e -governm ent. H asil kajian m em perlihatkan bahw a terdapat 5 (lim a) aspek penting yang harus benar-benar diperhatikan dan dipertim bangkan pengem bangannya oleh m ereka yang ingin m em bangun w ebsite e -governm ent, m asing-m asing adalah: audience, content, interactivity, usability, dan innovation (G oldschm idt et al, 2002).
A U D IE N C E
P ada hakekatnya, w ebsite adalah m erupakan sebuah alat berkom unikasi. S ebuah kom unikasi dapat terjadi secara efektif jika pem erintah dapat m endefinisikan secara jelas siapa yang m enjadi target atau audience atau ”law an bicara”-nya sehingga isi w ebsite benar-benar dapat diarahkan untuk m elayani kom unitas tersebut. S ekilas nam paknya proses ini m udah untuk dilaksanakan, nam un pada kenyataannya banyak yang gagal m elakukannya karena lupa pada sejum lah prinsip atau h al-hal yang bersifat esensial. W ebsite bukanlah m erupakan sebuah m edium broadcast seperti halnya televisi dan radio, nam un lebih m erupakan sebagai suatu m edium service atau pelayanan. B erbeda dengan sebuah m edium broadcast yang bekerja berdasarkan asas ”satu pesan untuk seluruh kalangan”, pada m edium service sebuah w ebsite harus dapat m elayani sejum lah kebutuhan spesifik dari beragam kalangan. Tentu saja hal ini bukan m erupakan hal yang m udah m engingat pem erintah ”tidak m em iliki kekuasaan” untuk m enentukan siapa saja yang berhak singgah dan m engakses w ebsite-nya. S ecara garis besar ada dua tipe audience dari sebuah w ebsite e-governm ent, m asing-m asing diberi julukan seekers dan recruits. S eekers m erupakan orang -orang yang ”berkunjung” ke w ebsite dengan alasannya dan/atau tujuannya m asing-m asing yang kesem uanya berm uara pada pem enuhan terhadap kebutuhan akan inform asi atau pelayanan tertentu. S em entara recruits adalah kum pulan dari orang-orang yang m enjadi target kom unikasi dari pem erintah. S ecara prinsip, seekers m erupakan audience utam a dari w ebsite e-governm ent, dim ana biasanya pem erintah bersifat “reaktif” dalam m elayani kebutuhan m ereka. P ara seekers m em iliki sejum lah kebutuhan, pertanyaan, harapan, dan perm asalahan yang diharapkan dapat ditem uai jaw abannya dalam w ebsite terkait. P em erintah dalam kaitan ini harus jeli dalam m enentukan kebutuhan apa saja yang dibutuhkan oleh beragam tipe seekers yang berkunjung ke w ebsite-nya, seperti m isalnya para audience yang m ew akili sejum lah kepentingan seperti: konstituen, pers, lem baga sw adaya m asyarakat, forum atau organisasi, para m ahasisw a dan peneliti, lem baga internasional, dan lain sebagainya. S em entara itu secara bersam aan pem erintah juga m encoba bersifat “proaktif” dalam arti kata m endekati dan m em bangun relasi baik dengan sejum lah recruits atau “orang -orang baru” yang diharapkan dapat m erasakan m anfaat langsung m aupun tidak langsung dengan kehadiran w ebsite dari pem erintah terkait. S ehubungan dengan aspek ini, m asing-m asing pem erintah harus dapat m endefinisikan dan m enentukan siapa saja seekers dan recruits dari w ebsite-nya.
C O N TE N T
S etelah berhasil m endefinisikan audience-nya, barulah dibangun dan dikem bangkan ”jantung” dari sebuah w ebsite, yaitu content atau isi yang akan dikom unikasikan m elalui w ebsite. Jelas terlihat bahw a content yang dim iliki harus sesuai dengan target audience yang telah ditetapkan sebelum nya; dalam arti kata pem erintah harus m am pu m em bangun w ebsite dim ana content yang tersedia dapat:
• M em bantu audience dan stakeholders dalam m em enuhi kebutuhannya terkait dengan pelayanan prim a yang ditaw arkan m elalui w ebsite; • M enunjang pencapaian visi, m isi, tujuan, dan obyektif dari pem erintah
terkait;
• M enggalang hubungan atau relasi yang kuat dengan para pengunjung w ebsite;
• M enarik perhatian para calon pengunjung agar berm inat m enjadi audience yang setia m engkakses w ebsite;
• M enyediakan sem ua jawaban terhadap kebutuhan inform asi audience; • M enghem at waktu dan biaya dari audience dalam berkom unikasi
dengan pem erintahnya;
• M em perkuat keterlibatan publik dalam proses pem erintahan; dan • M em perkuat tingkat kepercayaan publik m elalui proses keterbukaan
yang dem okratis.
C ontoh -contoh content yang dianggap relevan untuk ditam pilkan dalam w ebsite adalah: inform asi terkait dengan proses legislatif, isu-isu yang sedang ha ngat dibicarakan publik, hal-hal terkait dengan aspek akuntabilitas, referensi untuk pendidikan politik, pelayanan kepada konstituen, press release, inform asi m engenai anggota legislatif dan bagaim ana cara m enghubunginya, link ke alam at sejum lah w ebsite yang berhubungan, dan lain sebagainya.
IN T E R A C T IV IT Y
M engingat bahw a setiap pihak yang terlibat pastilah m em butuhkan terjadinya sebuah kom unikasi yang bersifat ”dua arah” – dalam arti kata terselenggaranya transaksi pertukaran data dari dua belah pihak secara bergantian – m aka para pem buat w ebsite harus pula m em perhatikan aspek interactivity ini. B anyak sekali teknologi internet yang dapat m em bantu pem erintah dalam m enjalin relasi yang ”intim ” dengan para konstituennya di dunia m aya. S ejum lah contoh dari fasilitas dan fitur yang dapat dikem bangkan oleh sebuah w ebsite e -governm ent adalah:
• Electronic M ail dan M ailing List; • Online Surveys atau Online Polls; • Bulleting Boards;
• Chat Room s;
• Newsletters atau Newsgroups;
• Feedback dan Com m ent Form s; dan lain sebagainya .
A spek interactivity di sini tidak saja terkait dengan asas fungsional belaka, nam un lebih jauh berpengaruh pula terhadap psikologi publik dalam hal terjadinya proses tim bal balik antara pem erintah dengan rakyatnya – yang berm uara pada terselenggaranya good governance dan m eningkatnya partisipasi publik pada kegiatan politik dan pem erintahan, disam ping tetap terjam innya dan terpeliharanya proses dem okratisasi di negara.
U S A B ILITY
A udience yang jelas, content yang berkualitas, dan interactivity yang baik tidak ada artinya jika w ebsite yang dibangun sangat sulit untuk digunakan (tidak user friendly). H asil riset m em perlihatkan banyaknya pengunjung yang tidak berniat untuk m engakses kem bali sebuah w ebsite yang w alaupun content-nya bagus, tetapi lam bat aksesnya (karena terlalu banyak gam bar dan anim asi) atau buruk sistem navigasinya (struktur m enu yang berbelit-belit). P em buat w ebsite dalam hal ini harus sadar benar bahw a teknologi yang dim iliki oleh audience sangat beragam , dari yang paling sederhana sam pai yang canggih (state-of-the-art) – sehingga agar m ereka sem ua dijam in dapat dengan m udah m elakukan akses terhadap w ebsite yang ada, perlu dicari “com m on denom inator” (unsur-unsur yang sam a dan serupa) dari teknologi yang dipergunakan oleh seluruh audience pem erintah. E lem en-elem en harus dim iliki oleh sebuah w ebsite e-governm ent agar tingkat usability-nya tinggi adalah sebagai berikut:
• Sistem pengorganisasi content atau isi website haruslah m em iliki arsitektur yang jelas dan terstruktur secara logis;
• Navigasi yang diterapkan dalam website haruslah m udah cara pengoperasiannya;
• Content yang ada harus mudah “dibacanya” dan “enak” di mata – dalam arti kata tidak bertele-tele, bergaya bahasa yang m enarik, kom binasi w arna yang tidak m enusuk m ata, pem akaian font yang sesuai, gam bar dan anim asi secukupnya, dan lain-lain;
• Isinya haruslah up-to-date dalam arti kata selalu diperbaharui sehingga selalu relevan dengan kebutuhan;
• W aktu untuk menampilkan satu halaman penuh website haruslah cepat (disarankan tidak lebih dari 10 detik), sehingga perlu dipertim bangkan ukuran m em ori total dari sebuah desain w ebsite; • Tampilan website haruslah menarik, dalam arti kata memiliki “look
and feel” (desain grafis) yang sesuai dengan karakteristik audience-nya;
• W ebsite harus dapat dinikmati oleh sem ua orang, terlepas dari faktor perbedaan usia, agam a, bahasa, m aupun hal-hal lain yang terdapat di dalam m asyarakat (tidak boleh ada unsur diskrim inasi); dan
• Unsur privacy harus pula diperhatikan dalam arti kata para pengguna w ebsite m erasa yakin bahw a tidak ada hal-hal yang akan m erugikan
dirinya – terkait dengan isu keam anan berinteraksi secara digital – ketika m engakses w ebsite pem erintah.
IN N O V A T IO N
Innovation atau inovasi dalam kaitan ini bukanlah sekedar m erupakan aspek tam bahan belaka m engingat banyaknya ide -ide kreatif dari para pem buat w ebsite yang secara langsung m aupun tidak langsung dapat m eningkatkan ”konteks” penggunaan w ebsite bagi pengunjungnya. Lihatlah bagaim ana fasilitas ”search engine” dalam sebuah w ebsite dapat m em bantu pengunjung secara cepat m enem ukan apa yang dicari, atau penggunaan video cam era dapat m em berikan keleluasaan kepada konstituen untuk berkonferensi jarak jauh (tele conference) dengan w akilnya di legislatif, atau jajak pendapat secara online dapat m eningkatkan partisipasi m asyarakat secara cepat, dan lain sebagainya. Intinya di sini adalah bahw a sejalan dengan kem ajuan teknologi, pem erintah harus secara kreatif dari hari ke hari berinovasi m engem bangkan w ebsite -nya agar sem akin m enarik dan berm anfaat (valuable), sehingga m asyarakat selalu setia m engakses w ebsite yang dim iliki oleh pem erintahnya. H al yang patut dicontoh dari C ongressional M anagem ent Foundation dalam hal ini adalah bahw a yang bersangkutan tidak hanya sekedar m engadakan riset sem ata, tetapi m ereka m em iliki m isi pula untuk m eningkatkan kualitas pengem bangan w ebsite di kalangan pem erintahan. U ntuk itulah secara berkala m ereka m em berikan anugerah penghargaan berupa ”C ongress O nline G old M ouse A w ard” dan ”C ongress O nline S ilver M ouse A w ard” kepada sejum lah w ebsite e -governm ent terbaik di K ongres A m erika S erikat.