DAFTAR BOX
5.10 Inovasi dan Teknologi
5.10.1 Capaian Utama Pembangunan
Uraian Satuan 2019 2020 2021 2022a) Jumlah penerapan teknologi
untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan
1. Penerapan teknologi untuk berkelanjutan pemanfaatan sumber daya alam
teknologi 127) 148) 59) 15
2. Penerapan teknologi untuk pencegahan dan mitigasi pascabencana
teknologi 357) 358) 429) 35
Sumber: 1) Kemenristek/BRIN, 2017-2018; 2) KemenkumHAM, 2018; 3) Ditjen Kekayaan Intelektual, KemenkumHAM; 4) Kemenristekdikti, LIPI, BPPT, 2018; 5) KNAPP, 2018; 6) Perhitungan Kementerian PPN/Bappenas; 7) Kemenristekdikti dan LPNK IPTEK, 2019; 8) LPNK IPTEK, 2020; 9) BRIN, 2022; 10) Kemendikbudristek dan BRIN, 2022.
Keterangan: a) Angka target RKP tahun 2022; b) Data tidak tersedia karena indikator baru diaplikasikan dalam RPJMN 2020-2024 di tahun 2020.
Inovasi merupakan salah satu pilar penting untuk dapat bersaing dengan negara- negara lain di dunia. Saat ini sudah banyak negara-negara di dunia bertumpu kepada inovasi dalam negerinya sendiri untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi maupun sektor lainnya. Pada tahun 2021, telah dihasilkan 139 produk inovasi dari tenant Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) yang dibina seperti pembinaan produk Cadeeva Avocado Oil (pangan), pembinaan produk GetCrew (TIK), pembuatan film animasi dan pembinaan pembuatan pembalut wanita ramah lingkungan. Kegiatan PBBT adalah program seed funding yang diberikan kepada tenant perusahaan pemula berbasis teknologi melalui lembaga inkubator bisnis untuk menjalankan proses inkubasi terhadap perusahaan pemula berbasis teknologi sehingga siap untuk menjadi perusahaan yang mendatangkan keuntungan dan berkelanjutan (sustainable). Pengembangan program PBBT telah melahirkan startup teknologi dalam beberapa bidang produk inovasi. Badan Riset dan Inovasi Nasional akan terus meningkatkan kualitas program ini sehingga meningkatkan pemanfaatan invensi dan inovasi yang berkontribusi bagi peningkatan perekonomian. Menguatnya startup inovasi di Indonesia diharapkan dapat menjawab permasalahan di masyarakat, memenuhi kebutuhan teknologi tepat guna, dan berkemampuan dalam mendorong daya saing nasional yang berkelanjutan. Melalui peningkatan jumlah dan klasterisasi startup inovasi yang sukses berbasis keunggulan daerah dan kelembagaan yang ada diharapkan mampu menguatkan hilirisasi invensi dan inovasi sehingga dapat memperluas pendayagunaan dan pemanfaatannya kepada masyarakat pengguna dan daerah.
Terwujudnya peningkatan produk inovasi yang dimanfaatkan industri/badan usaha merupakan indikator atas suatu keberhasilan dari proses penelitian dan pengembangan. Proses ini diawali dari invensi yang diterima oleh industri yang
kemudian dilanjutkan melalui proses produksi, lalu diperkenalkan ke pasar untuk digunakan oleh pengguna (industri dan masyarakat). Selain produk inovasi yang dihasilkan dari PBBT, pada tahun 2020-2024 ditargetkan 457 produk inovasi hasil peneliti yang dapat dimanfaatkan oleh mitra industri/badan usaha, di mana capaian sampai dengan saat ini telah ada sebanyak 46 produk yang telah dihasilkan dan dimanfaatkan di antaranya yaitu Autonomous UVC Mobile Robot (AUMR) hasil dari kolaborasi Universitas Telkom-LIPI dan Mesenchymal Stem Cell hasil kolaborasi antara Universitas Indonesia-RSCM-Kimia Farma.
Pada bidang riset dan inovasi, tercatat jumlah paten Indonesia yang masih berlaku sebanyak 23.084 paten. Total pemohon paten sebanyak 165.546 pemohon. Dari paten yang dihasilkan Indonesia tersebut, terdapat paten yang telah mendapatkan lisensi seperti High Flow Nasal Cannula (HFNC), yaitu alat terapi oksigen beraliran tinggi yang diharapkan dapat membantu meringankan gangguan pernapasan pada pasien COVID-19, Destromed atau alat penghancur jarum suntik dengan elektroda geser, alat sterilisasi ruangan dengan UVC, bilik disinfektan dengan otomatisasi fokus pada paparan sinar Far UV-C, karakterisasi bahan makanan heterogen dalam kemasan, rangka sepeda fixie berbahan dasar kayu dan beberapa lainnya.
Untuk menuju SDM iptek berkualifikasi maka peningkatan kapasitas dan kapabilitas dilakukan dengan penyelenggaraan program belajar by research dan beasiswa Saintek. Sampai dengan tahun 2020, kedua program ini telah membiayai sebanyak 1.128 mahasiswa. Jumlah peserta dari program by research selama dua tahun mencapai 234 orang, sedangkan peserta beasiswa Saintek selama sepuluh tahun telah mencapai 894 orang. Pada tahun 2021, kedua program ini telah ditingkatkan kualitasnya melalui kerja sama dengan beberapa universitas unggulan, baik dalam maupun luar negeri. Jumlah peserta yang telah mendaftar sampai dengan bulan Mei 2022 sebanyak 39 orang, yakni 18 orang pada jenjang S2 dan 21 orang pada jenjang S3. Secara umum SDM iptek yang mengikuti kedua program tersebut mengambil jurusan pada bidang ilmu strategis yang dapat mendukung riset Indonesia yang saat ini fokus pada pengembangan digital, green dan blue economy. Hal ini selaras dengan upaya menciptakan fondasi ekonomi Indonesia yang berbasis riset.
Penguatan Pusat Unggulan Iptek (PUI) merupakan salah satu strategi dalam kebijakan pengembangan Research Power House di bawah koordinasi BRIN guna memperkuat keunggulan Indonesia dari sisi iptek. Kegiatan pengembangan PUI ini telah dilaksanakan sejak tahun 2010 dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas kelembagaan litbang yang mampu menghasilkan produk iptek dan inovasi yang berbasis demand/market driven sehingga mendukung peningkatan daya saing pengguna teknologi (dunia usaha, industri kecil, dan menengah), pemerintah, dan masyarakat sesuai potensi ekonomi daerah dan tema/isu strategis. Hingga tahun 2021, telah ditetapkan sebanyak 114 PUI. Lima PUI yang ditetapkan di tahun 2021, antara lain Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, Pusat Teknologi dan Data Penginderaan Jauh, PUI Lignoselulosa, PUI Nilam Aceh Universitas Syiah Kuala, dan PUI Pengembangan dan Pemanfaatan Rumput Laut Universitas Hasanuddin.
Produk inovasi dari hasil riset dan inovasi dalam rangka penanggulangan virus COVID- 19 di antaranya meliputi pengembangan rekombinan Vaksin COVID-19 berbasis Fusi Protein, proses analisis sample dengan menggunakan teknik Whole Genome Sequencing SARS CoV-2, pengembangan Kit Diagnostik Primer dan Kit Diagnostik Enzim, dan turut memberikan dukungan dalam melakukan deteksi virus SARS CoV-2 dengan memanfaatkan fasilitas laboratorium antartingkat keamanan hayati (Biosafety Level/BSL) 2 dan 3 serta melakukan pengembangan perangkat disinfeksi dan sterilisasi baik yang dapat digunakan untuk ruangan maupun berbagai peralatan. Selain itu, pengembangan herbal immunomodulator untuk penanganan COVID-19 dilakukan dengan membuat suplemen immunomodulator yang berupa ekstrak aktif bahan baku obat antiSARS-CoV-2 dari biodiversitas tanaman obat dan organisme laut Indonesia yang dapat meningkatkan imunitas dan mengembalikan aktivitas sistem imun menjadi seperti semula selain dari terapi antivirus maupun vaksin dalam penanganan COVID-19.
Jumlah publikasi internasional dari Indonesia mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, hingga Juni 2021 publikasi di jurnal internasional bereputasi (terindeks Scopus) sebanyak 51.663 publikasi, jumlah ini lebih baik dari periode Juni 2020, yaitu 48.944 publikasi. Berdasarkan jumlah tersebut terdapat 17,1 persen publikasi berasal dari bidang Environmental Science, Physics and Astronomy (15,4 persen), Earth and Planetary Sciences (14,6 persen), dan Medicine (6,8 persen).
Di bidang pengawasan tenaga nuklir, beberapa capaian pemerintah tahun 2021 sampai dengan semester I tahun 2022, antara lain (1) pelayanan perizinan Fasilitasi Radiasi dan Zat Radioaktif (FRZR) dan perizinan Instalasi dan Bahan Nuklir (IBN) dengan menerbitkan 7.623 Keputusan Tata Usaha Negara (KTUN) bidang kesehatan, 9.155 KTUN bidang industri dan penelitian, dan 71 KTUN bidang IBN; (2) pelaksanaan inspeksi ke 518 fasilitas kesehatan dan 295 fasilitas industri dan penelitian; (3) perumusan dan pengembangan peraturan perundangan ketenaganukliran; (4) pengembangan sistem informasi pengawasan partisipatif ketenaganukliran, melalui sistem Balis SMILE; (5) pengembangan sistem pengawasan PLTN; dan (6) peningkatan sistem keamanan dan kesiapsiagaan nuklir nasional, melalui pemasangan dan operasionalisasi 7 Radiation Portal Monitor (RPM) dan 34 Radiological Data Monitoring System (RDMS).