• Tidak ada hasil yang ditemukan

PADA GURU SD NEGERI 026 BALIKPAPAN TENGAH Ninik Mukhasonah

Dalam dokumen BORNEO, Volume XIV, Nomor 1, Juni 2020 ISSN (Halaman 89-96)

Kepala SD Negeri 026 Balikpapan Tengah

ABSTRAK

Penelitian ini dilaksanakan berangkat dari hasil monitoring dan evaluasi terhadap hasil prestasi belajar peserta didik yang belum mencapai taraf ketuntasan yang telah di tentukan kkm yang disebabkan oleh kurangnya pengelolaan, dan pembelajaran yang masih didominasi guru. Melalui supervisi akademik yang dilaksanakan kepala sekolah diharapkan mampu membantu permasalahan yang dihadapi guru. Pelaksanaan supervisi melalui pendekatan individual mulai dari perencanaan, proses lisan sampai pada penilaian yang bertujuan adanya peningkatan kompetensi guru yang akan berimbas pada peningkatan prestasi peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Berdasarkan hasil penelitian tindakan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa supervisi akademik yang dilaksanakan memberi pengaruh terhadap peningkatan kompetensi guru SD Negeri 026 Balikpapan Tengah, baik dari segi kompetensi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan penerapan KBM Paikem, maupun dalam penilaian.

Kata Kunci: supervisi akademik, kompetensi guru dalam menerapkan

KBM, PAIKEM

PENDAHULUAN

Pemerintah bercita-cita membangun bangsa melalui pendidikan anak muda penerus pembangunan. Mesksi tentu saja tanggung jawab pendidikan tidak saja di tangan pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama semua pihak; pihak sekolah berserta guru di dalamnya, juga masyarakat luas. Agar apa yang menjadi cita-cita pendidikan dalam pendidikan nasional bisa terwujud.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Pendidikan menurut Undang-Undang No 20 Tahun 2003, tentang sistem Pendidikan Nasional, pada Bab 1 ayat 1 adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

BORNEO, 84 Volume XI, Nomor 2, Desember 2017)BORNEO, Volume XIV, Nomor 1, Juni 2020

Pendidikan nasional menjadi tanggun jawab semua orang yang ada di tanah air ini. Apa yang menjadi tujuan pendidikan dapat terwujud seperti yang termaktub dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas pasal 3 yang berbunyi: “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.

Kata kuncinya adalah perubahan, terletak pada guru maka sebenarnya tidak sulit memulai, banyak kiat-kiat megajar yang menarik yang tidak harus memaksa siswa harus menghafal, mengitung dengan rumus. Suatu prediksi seandainya di era globalisasi ini masih ada guru masih melakukan kegiatan mengajar sebagaimana pola tersebut, maka kemungkinan besar kelak jika muridnya telah menjadi guru akan meniru juga bagaikan siklus berulang. Oleh karena itu, guru pada detik ini harus merubah menjadi guru yang lebih baik.

Pembelajaran matematika di Indonesia masih terdapat berbagai permasalahan yang menyebabkan kualitas pembelajaran belum optimal. Menurut Trianto (2007: 66) terdapat permasalahan dalam pembelajaran matematika yaitu: siswa hanya menghafalkan konsep yang diajarkan guru; siswa kurang mampu menggunakan konsep yang dipelajari jika menemui masalah dalam kehidupan nyata; dan siswa kurang mampu menentukan masalah dan merumuskannya.

Rendahnya mutu pendidikan disebabkan karena masih rendahnya pedagogikisme guru, ketersediaan sarana dan prasarana yang belum memadai, masih rendahnya tingkat partisipasi masyarakat, memerlukan perhatian khusus dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan. Prioritas pembangunan pendidikan nasional untuk yang akan datang diarahkan pada peningkatan mutu dan standart proses.

Supervisi akademik merupakan salah satu upaya pembinaan terhadap guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang tujuanya tidak lain adalah meningkatkan prestasi siswa ,dari mulai kelengkapan perangkat pembelajaran yang dimiliki guru sampai kepada bagaiman cara guru melaksakan pembelajaran di kelas terkait kesesuaian materi pembejalaran dengan metode dan strategi yang di terapkan di kelas .Dalam laporan penelitaian timdakan sekolah\ PTS supervisi akademik dengasn menitik beratkan pada Ipementasi Penerapan KBM Paikem sesuai dengan tuntutan pelaksanaan K13.

KAJIAN PUSTAKA

Konsep Supervisi Akademik

Kata Supervisi berasal dari kata Super dan Vision. Super berarti lebih atau tinggi, atas dan vision artinya melihat ,sehingga supervisi secara harfiah diartikan

85

BORNEO, Volume XIV, Nomor 1, Juni 2020

melihat dari atas, artinya orang yang melihat itu mempunyai kemampuan yang lebih tinggi (tinggi dan luas) dari yang dilihat. Dalam dunia pendidikan selaku yang dianggap kemampuya lebih tinggi atau lebih luas dalam pengawasan pembelajran adalah kepala sekolah dan oengawas sekolah. Menurut GOOD CARTEL dalam Sahertian (2000:17)memberiri pengertian bahwa Supervisi adalah usaha dan petugas petugas sekolah dalam memimpin guru guru dan petugas sekolah lainnya dalam memperbaiki pengajaran, termasuk menstimulasi, menyhelesaikan pertumbuhan jabatan dan perkembangan guru guru serta merevisi tujuan pendidikan.

Supervisi Akademik menurut Deresh (dalam Glickman,et al. 2007) adalah merupakan serangkaian kegiatan membantu guru dalam mengelola, memproses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Secara konseptual Supervisi akademik dalam implementasi K13, sebagaimana diatur dalam Permendikbud no 81 A, dan permendikbud no 13 tahun 2007, tentang standar kepala sekolah / madrasah, bahwa seorang kepala sekolah/ madrasah harus mampu melakukan supervisi akademik dalam bentuk bimbingan, arahan dan pembinaan bagi guru dalam menerapkan kurikulum yang dalam pelaksanaanya supervisi akademik merupakan suatu hal yang tidak terlepas dari kinerja guru dalam menjawab pertanyaan pertanyaan, apakah yang terjadi dikelas, bagaimana KBM berlangsung sudah sesuai dengan tujuan? dan apa yang harus dilakukan oleh guru ketika mengetahui hasil KBM kurang maksimal sesuai yang diharapkan .jawaban dari pertanyaan itu menjadi informasi penting bagi guru untuk menindaklanjuti keadaaan yang terjadi di kelas. Sebagai manajer kepala sekolah dalam hal ini bertindak sebagai vasilitator bagi guru dalam mengelola pembelajaran di kelas sesuai dengan tujusan supervisi sendiri yaitu membantu guru dalam mengembangkan kompetensi pedagogik, mengarahkan dan membina guru dalam mengelola informasi bagi pengelola informasi bagi pengembangan profesinalisme guru.

Pendapat tersebut senada dengan pengertian supervisi adalah usaha dari petugas sekolah dalam memimpin guru dan petugas sekolah lainnya dalam memperbaiki pengajran,menstimulasi ,menyelesaikan hal hal yang terkait dengan pendidikan dan perkembangan nya dan pertumbuhan jabatannya serta merevisi tujuan tujuan pendidikan .Berdasarkan pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa supervisi adalah suatu tugas pembinaan yang direncanakan untuk membantu guru atau pegawai dalam menjalankan tupoksinya secara efektif.

Sasaran utama supervisi akademik adalah kemampuan guru dalam merencanakan kegiatan pembelajaran,menilai hasil belajar,memanfaatkan hasil belajr untuk meningkatkan layanan pembelajaran ,menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan ,memanfaatkan sumber belajar yang tersedia dan mengembangkan lingkuangan sebagai peluang untuk mengembangkan pembelajan secara strategik, teknis maupun metode yang tepat. Berdasasrkan

BORNEO, 86 Volume XI, Nomor 2, Desember 2017)BORNEO, Volume XIV, Nomor 1, Juni 2020

beberapa pengertian tersebut daitas dapat disimpulkan bahwa supervisi akademik merupakan kegiatan membantu guru dalam menmgembanagkan kemampuanya mengelola proses belajar demi mencapai tujuan pembelajaran, sehingga kualitas pembelajaran dapat berkualitas yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dalam satu satuan pendidikan mutu pembelajaran. Oleh karena bantuan ini besifat profesional ,maka kepala sekolah dituntut untuk melaksanakan secara terprogram ,terstruktur dan terukur sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan dilaksanakan secara konseptual maupun skill dalam menilai pembelajaran sesuai dengan prinsip supervisi.

Tujuan Supervisi akademik

Sebagai salah satu faktor pendukung penentu keberhasilan pendidikan di sekolah, supervisi akademik merupakan program pokok yang yang harus dilaksanakan kepala sekolah secara terencana ,terprogram dan terpola dalam mengubah prilaku guru agar dapat meningkatkan kualitas pembelajran ,oleh karena supervisi akademik mempunyai tujuan, antara lain:

1. Meningkatkan profesionalisme guru dalam menjalankan tupoksinya sebagai alat penting pelaksana pendidikan dan pengajaran.

2. Mengembangkan kualitas pengawasan pembelajran di sekolah. 3. Menumbuhkan motivasi terhadap guru agar kinerjanya lebih baik.

4. Membantu guru dalam meningkatkan kompetensi pedagogiknya dalam melaksanakan pembelajaran.

5. Untuk mengetahui tingkat perkembangan kegiatan dalam usaha mencapai tujuan pembelajaran.

Tahapan Supervisi Akademik

Menurut Bafadal (2004:172) tahapan supervisi akademik meliputi: 1) Identifikasi masalah yaitu mengidentifikasi celah masalah antara keadaan sekarang dengan yang diharapkan; 2) Diagnosa penyebab, yaitu penelitian mengenai sebab-sebab timbulnya masalah dengan cara menguji faktor-faktor penghambat maupun faktor penunjang; 3) mengembangkan rencana kegiatan, yaitu mengembangkan strategi alternative yang ada, mengantisipasi akibat kemungkinan yang timbul, mempertimbangkan dan memilih salah satu alternative untuk dilaksanakan; 4) melaksanakan kegiatan yang telah dilaksanakan dengan prosedur khusus; dan 5) mengevakuasi rencana kegiatan, yaitu melihat kembali keterlaksanaannya melalui tahapan-tahapan inilah supervisi akademik dilaksanakan.

Pembelajaran PAIKEM

Arah kebijakan Pendidikan Nasional, masalah peningkatan mutu pendidikan menjadi prioritas program, hal ini tertuang dalam Propenas 2000-2004: hal 166, dalam Sisdiknas 2003, dapat dipahami sebagai berikut: Meningkatkan kemampuan akademik dan pedagogik serta meningkatkan jaminan kesejahteraan tenaga kependidikan sehingga tenaga pendidik mampu berfungsi secara optimal

87

BORNEO, Volume XIV, Nomor 1, Juni 2020

terutama dalam peningkatan pendidikan watak dan budi pekerti agar dapat mengembalikan wibawa lembaga dan tenaga kependidikan.

Mutu menjadi prioritas pembangunan pendidikan nasional untuk yang akan datang. Keunggulan dan efisiensi pendidikan mendapat perhatian paling besar untuk lebih dikembangkan melalui berbagai jalur, jenis dan jenjang pendidikan. Prioritas pembangunan tersebut ialah pendidikan ahklak, budi pekerti, kewarganegaraan, pendidikan ilmu-ilmu dasar, sebagai bagian dari pendidikan IPTEK, dan pengembangan IPTEK dan pengembangan kemampuan belajar melalui membaca dan menulis serta pemberian keterampilan.

Terkait dengan masalah peningkatan mutu, Sidi (1999) dalam makalah pembinaan pendidikan dasar di daerah, khusus untuk peningkatan mutu, strategi yang dapat ditempuh dengan cara sebagai berikut:

1. pendekatan gugus sekolah,

2. pengembangan sekolah secara menyeluruh, 3. school based management,

4. 8 keterampilan dasar (membaca, menulis, mendengar, menutur, menghitung, mengamati, menghayal dan menghayati),

5. on the job training dengan sistem in-on-in, 6. pengelolahan kelas yang dinamis dan kreatif, 7. partisipasi masyarakat yang tinggi,

8. kompetitif yang terbuka.

Pembelajaran harus memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif, Keaktifan siswa dipengaruhi juga oleh penerapan metode oleh guru yang mengajar. Guru seharusnya menggunakan metode yang aktif dan melibatkan siswa. Joni (1993:16) menyatakan bahwa pendekatan pembelajaran aktif dan bermakna bertumpu dari peningkatan aktivitas seseorang dalam menumbuhkan prakarsa dan kreativitas, yang tidak dapat dilihat terlepas dari tujuan pendidikan nasional.

Pembelajaran yang aktif bisa diterapkan melalui PAIKEM. PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemekian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan dengan mengemukakan gagasan. Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya (time on task) tinggi.

PAIKEM akan memberi pengaruh positif dalam proses pembelajaran. Pengelolaan proses belajar mengajar merupakan kegiatan utama sekolah. Sekolah diberi kebebasan memilih strategi, metode, dan teknik-teknik pembelajaran yang paling efektif, sesuai dengan karakteristik mata pelajaran, karakteristik siswa, karakteristik guru, dan kondisi nyata sumber daya yang

BORNEO, 88 Volume XI, Nomor 2, Desember 2017)BORNEO, Volume XIV, Nomor 1, Juni 2020

tersedia di sekolah. Secara teori, strategi/metode/teknik pembelajaran dan pengajaran yang berpusat pada siswa (student-centered) lebih mampu memberdayakan pembelajaran siswa.

PAIKEM didorong untuk mendapatkan pengetahuan langsung dari pengalaman yang hanya bisa diperoleh dari lingkungan anak didik. Dalam interaksi anak didik dengan lingkungan sosial maupun material, anak didik sangat mungkin memperoleh penemuan. Pembelajaran ini lebih memfokuskan pada kesuksesan anak didik dalam mengorganisasikan pengalaman mereka, bukan sekedar refleksi atas berbagai informasi dan gejala yang diamati. Anak didik lebih diutamakan untuk mengkontruksi sendiri pengetahuannya melalui asimilasi dan akomodasi.

PAIKEM adalah Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan. Disamping metodologi pembelajaran dengan nama atau sebutan “PAKEM”, muncul pula nama yang dikeluarkan di daerah Jawa Tengah dengan sebutan “PAIKEM ” dengan kepanjangan Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan, Gembira dan Berbobot. Guru dapat menyajikan dengan atraktif/ menarik dengan hasil terukur sesuai yang diharapkan siswa (orang) belajar secara aktif.

METODE PENELITIAN

Penelitian Tindakan Sekolah adalah suatu bentuk penelitian yang dilakukan oleh guru untuk meneliti Penelitian Tindakan sekolah juga dapat menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik pendidikan. Hal ini dapat terjadi karena setelah meneliti kegiatannya sendiri, yakni di dalam kelas dengan melibatkan siswanya dengan melalui sebuah tindakan-tindakan yang direncanakan, dilaksanakan, dan dievaluasi, maka guru akan memperoleh umpan balik yang sistematik mengenai apa yang selama ini selalu mereka menuliskan dalam kegiatan belajar mengajar.

Tujuan PTS adalah untuk perbaikan dan peningkatan layanan pedagogik guru dalam menangani proses belajar-mengajar dan tujuan ini dapat dicapai dengan melakukan berbagai tindakan alternatif dalam memecahkan berbagai persoalan pembelajaran di kelas. MC. Niff, 1999 dalam Sukidin, 2002, menegaskan bahwa dasar utama bagi dilaksanakannya PTS adalah untuk perbaikan yang terkait dan memiliki konteks dengan proses pembelajaran. Manfaat yang dapat dipetik dalam PTS ini antara lain: 1) inovasi pembelajaran; 2) pengembangan kurikulum di tingkat sekolah dan di tingkat kelas; dan 3) peningkatan pedagogikisme guru.

Pelaksanaan penelitian dilaksanakan dengan cara kolaborasi yaitu penelitian yang akan melibatkan orang lain di samping peneliti yaitu sebagai praktikan maupun observer. Penelitian ini menggunakan alur tahapan (perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi disajikan dalam dua siklus) setelah terlebih dahulu diperoleh permasalahan utama tentang bagaimana meningkatkan kemampuan guru-guru. Penelitian ini direncanakan dilakukan 2 (dua) siklus di

89

BORNEO, Volume XIV, Nomor 1, Juni 2020

sekolah dalam sekolah yang sama, dengan langkah-langkah yang diilustrasikan sebagai berikut:

Gambar 1. Bagan Alur Penelitian

Tahap Pelaksanaan Tindakan

Kegiatan yang dilakukan pada tahap pelaksanaan tindakan adalah Kepala Sekolah melaksanakan supervisi terhadap strategi pembelajaran yang telah direncanakan. Peneliti memberikan pengarahan, motivasi, dan rangsangan kepada guru di sekolah sebagaimana prinsip-prinsip membimbing guru dalam menyusun RPP dan melaksanakan proses pembelajaran menurut prinsip PAIKEM.

Peneliti mendiskusikan hasil pengamatan yang telah dilakukan. Kegiatan yang dilakukan meliputi: analisis, sintetis, pemaknaan, penjelasan, dan penyimpulan data dan informasi yang berhasil dikumpulkan. Hasil yang diperoleh

Identifikasi Masalah Perencana an Tindakan Refleksi Observasi Perencana an Ulang Siklus 1 Siklus 2 Tindakan Observasi Refleksi

BORNEO, 90 Volume XI, Nomor 2, Desember 2017)BORNEO, Volume XIV, Nomor 1, Juni 2020

berupa temuan tingkat efektifitas desain pembelajaran motivasional yang dirancang dan daftar permasalahan yang muncul di lapangan yang selanjutnya dipakai sebagai dasar untuk melakukan perencanaan ulang.

Teknik Analisa Data

Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif, baik yang bersifat linear (mengalir) maupun yang bersifat sirkuler. Secara garis besar kegiatan analisis data dilakukan dengan langkah-langkah berikut:

1. Menelaah seluruh data yang telah dikumpulkan. Penelaahan data dilakukan dengan cara menganalisis, mensintesis, memaknai, menerangkan, dan menyimpulkan. Kegiatan penelaah pada prinsipnya dilaksanakan sejak awal data dikumpulkan.

2. Mereduksi data yang didalamnya melibatkan kegiatan pengkategorian dan pengklasifikasian. Hasil yang diperoleh berupa pola-pola dan kecenderungan-kecenderungan yang baik bagi penulis dalam pelaksanaan pembelajaran motivasional.

3. Menyimpulkan dan meverifikasi. Dari kegiatan reduksi selanjutnya dilakukan penyimpulan akhir yang selanjutnya diikuti dengan kegiatan verifikasi atau pengujian terhadap temuan penelitian.

HASIL PENELITIAN

Dalam dokumen BORNEO, Volume XIV, Nomor 1, Juni 2020 ISSN (Halaman 89-96)