• Tidak ada hasil yang ditemukan

139 Motivasi mengontrol petani dapat meningkatkan

Dalam dokumen M02070 (Halaman 151-153)

pemberian pinjaman keuangan kepada petani. Pemberian pinjaman dari pedagang dapat meningkatkan kas/modal petani. Kas petani digunakan untuk modal memproduksi kentang, sehingga meningkatkan produksi kentang, produksi kentang meningkat, dapat meningkatkan volume kentang yang dihasilkan. Volume kentang yang dihasilkan meningkat, dapat meningkatkan pengiriman kentang ke pedagang pemberi pinjaman. Pengiriman kentang ke pedagang pemberi pinjaman menurunkan kesempatan menjual kentang ke pedagang lain.

Kesempatan menjual ke pedagang lain meningkatkan transparansi informasi harga kentang. Transparansi harga kentang menurunkan asimetri informasi harga kentang. Asimetri informasi meningkatkan tekanan terhadap harga kentang di petani. Meningkatnya tekanan harga dapat menurunkan harga jual kentang di tingkat petani. Harga jual kentang meningkatkan penerimaan petani, penerimaan petani meningkatkan kas petani. Kas petani dapat meningkatkan pembayaran utang petani ke pedagang. Pembayaran utang petani meningkatkan penurunan utang petani. Penurunan utang petani meningkatkan kas pedagang. Kas pedagang meningkatkan motivasi mengontrol petani. Pada simpal kausal yang ketiga, hubungan antar variabelnya menghasilkan umpan balik positif. Kas pedagang meningkatkan motivasi untuk mengontrol petani, motivasi mengontrol petani meningkatkan pemberian pinjaman dari pedagang ke petani. Pemberian pinjaman meningkatkan kas petani. Kas petani meningkatkan pembayaran utang petani ke pedagang. Pembayaran utang petani meningkatkan penurunan utang petani ke pedagang pemberi pinjaman. Penurunan utang petani meningkatkan kas pedagang. Kas pedagang meningkat maka akan semakin meningkatkan motivasi mengontrol petani.

Harga jual kentang berpengaruh positif terhadap penerimaan petani, bila harga jual tinggi maka penerimaan akan tinggi dan sebaliknya. Penerimaan dari hasil penjualan kentang dapat meningkatkan jumlah kas petani, uang dari kas digunakan untuk pembayaran utang petani ke bandar atau grosir. Pembayaran utang kepada pedagang menyebabkan utang petani berkurang dan kas pedagang semakin bertambah. Dengan bertambahnya kas pedagang maka semakin tinggi motivasi pedagang untuk mengontrol petani, sehingga dikemudian hari akan meningkatkan pemberian bantuan kepada petani. Demikian seterusnya sehingga petani kentang akan selalu terikat kepada pedagang.

Pada simpal kausal yang keempat, hubungan antar variabelnya menghasilkan umpan balik positif. Pinjaman modal dapat meningkatkan kas petani sehingga petani dapat menggunakan uang dari kas untuk biaya memproduksi kentang. Kas petani meningkat akan meningkatkan proses produksi kentang. Proses produksi dapat meningkatkan volume kentang yang dihasilkan, volume kentang yang dihasilkan akan meningkatkan penerimaan petani. Penerimaan petani meningkatkan kas petani, kas petani meningkat dapat meningkatkan pembayaran utang petani. Pembayaran utang dari petani dapat meningkatkan penurunan utang petani ke pedagang, penurunan utang petani akan meningkatkan kas pedagang, kas pedagang meningkat akan meningkatkan kepercayaan pedagang kepada petani, karena dengan naiknya kas pedagang akibat penurunan utang petani mengindikasikan pinjaman ke petani telah kembali ke pedagang, sehingga di musim berikutnya pedagang akan memberi pinjaman keuangan yang lebih besar lagi kepada petani.

Pada simpal kausal yang kelima, hubungan antar variabelnya menghasilkan umpan balik positif. Dana pinjaman dari pedagang dapat meningkatkan kas petani, kas petani meningkatkan pembayaran utang petani ke pedagang, pembayaran utang meningkatkan penurunan utang petani. Penurunan utang petani ke pedagang dapat meningkatkan kas pedagang. Naiknya kas pedagang akan meningkatkan kepercayaan pedagang terhadap petani, kepercayaan dapat meningkatkan pinjaman dari pedagang ke petani.

Pada simpal kausal yang keenam, hubungan antar variabel menghasilkan umpan balik positif. Peningkatan kas petani dapat meningkatkan proses budidaya kentang, budidaya kentang meningkatkan volume hasil kentang. Volume hasil kentang meningkatkan penerimaan petani, penerimaan petani meningkatkan kas petani.

Sebuah kemitraan dalam perdagangan yang berdasarkan dialog, transparan, saling menghormati, berusaha adanya kesetaraan dari masing-masing pelaku, berusaha mengamankan hak-hak produsen, saat ini harus dikembangkan untuk mengganti praktek perdagangan yang konvensional dimana pelaku yang lebih kuat akan menekan pelaku yang posisinya lemah. Dewasa ini kolaborasi antar pelaku dalam rantai pasok pertanian sangat dibutuhkan untuk membangun kemitraan yang saling menguntungkan. Kebutuhan untuk meningkatkan dukungan keuangan bagi petani kecil menyebabkan munculnya bentuk-bentuk kemitraan yang baru, yang mana antar pelaku memiliki kesetaraan tidak ada pelaku yang lebih kuat sehingga dapat menekan

140

pelaku lainnya, semua pelaku harus bekerjasama saling mendukung untuk mencapai tujuan bersama. PENUTUP

Pemasaran kentang di Kabupaten Bener Meriah secara garis besar dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu pasar yang terstruktur dan tidak terstruktur. Adapun karakteristik pasar terstruktur berupa kemitraan formal dalam pemasaran kentang adalah: adanya kepastian dalam pemasaran hasil, tidak terjadi fluktuasi harga karena harga jual petani berlaku secara tetap sesuai kontrak, pengumpulan hasil lebih mudah, pengangkutan lebih efisien, terdapat transfer teknologi dari mitra, tetapi posisi tawar petani lebih rendah dari mitra sehingga masih ada tekanan terhadap harga jual kentang petani dimana harga ditentukan oleh mitra. Harga jual kentang dari petani kepada mitra ditentukan oleh mitra/industri. Karakteristik pasar terstrukturkemitraan non formal adalah: adanya kepastian pemasaran, terjadi fluktuasi harga, tidak ada transfer teknologi, pengumpulan dan pengangkutan hasil tidak efisien, ada tekanan harga dari pedagang. Sedangkan karakteristik pasar tidak terstruktur adalah: tidak ada kepastian pemasaran, terjadi fluktuasi harga, tidak ada transfer teknologi, pengumpulan dan pengangkutan tidak efisien, saat panen raya kesulitan mencari pembeli, sehingga petani seringkali tidak bisa menjual kentang yang dihasilkannya.

DAFTAR PUSTAKA

Badan Agribisnis. (1998). Kebijaksanaan dan Penjelasan Pola Kemitraan Usaha Pertanian. Departemen Pertanian. Jakarta.

Darwis, Valerina, M. Iqbal. (2013). Keragaan Pemanfaatan dan Sumber Pinjaman Usahatani Padi. Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Litbang Deptan. Bogor.

Dirjen Hortikultura. (2010). Produksi ta naman sayuran di Indonesia periode 2003- 2008. Direktorat Jenderal Hortikultura, Departemen Pertanian. Jakarta. http://www.deptan.go.id. [15 April 2015 : Pukul 16:15 WIB].

Lambert, Douglas M, Margaret A. Emmelhainz, John T. Gardner. (1996). Developing and Implementing Supply Chain Partnerships. The International Journal of Logistics Management Vol 7 No 2.

Saptana, Daryanto A, Heny KD, Kuncoro. (2009). Strategi Kemitraan Usaha Dalam Rangka Peningkatan Daya Saing Agribisnis Cabai Merah di Jawa Tengah. Pusat Analisis Sosial

Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Balitbang Deptan. Jakarta.

Widyahartono B. (1996). Strategi Kemitraan antara Usaha Besar dan Usaha Kecil-Menengah (UKM), Penerapannya di Indonesia. Manajemen Usahawan Bisnis Indonesia. No. 09/thXXV, September 1996. Hal 23-26.

141

Dalam dokumen M02070 (Halaman 151-153)

Garis besar

Dokumen terkait