budidaya kentang sesuai standard operational procedure (SOP) dari mitra. Dengan diterapkan budidaya sesuai SOP maka produktivitas kentang akan meningkat sehingga akan meningkatkan kuantitas hasil kentang. Kuantitas atau volume kentang yang meningkat dapat meningkatkan penerimaan petani. Selanjutnya penerimaan bertambah dapat meningkatkan kas petani. Peningkatan kas petani dapat meningkatkan ketersediaan biaya pemasaran. Ketersediaan biaya pemasaran dapat meningkatkan akses pasar. Akses pemasaran menurunkan motivasi berkoperasi. Motivasi berkoperasi untuk meningkatkan pemasaran dapat meningkatkan kemitraan.
Pada simpal kausal yang ketiga, interaksi antar variabelnya menghasilkan umpan balik positif, artinya melalui kemitraan dapat meningkatkan transfer teknologi. Transfer teknologi dapat meningkatkan pemahaman budidaya kentang sesuai SOP. Pemahaman budidaya sesuai SOP dapat meningkatkan pelaksanaan budidaya kentang sesuai SOP. Budidaya kentang sesuai SOP meningkatkan produktivitas tanaman kentang, produktivitas meningkat maka kuantitas hasil meningkat. Kuantitas hasil meningkat dapat meningkatkan pengiriman kentang ke industri. Pengiriman kentang ke industri mengurangi pengiriman ke pihak lain. Kesempatan menjual ke pihak lain meningkatkan transparansi harga kentang. Transparansi menurunkan asimetri informasi harga kentang. Asimetri informasi harga kentang menurunkan harga kentang di tingkat petani. Harga kentang dapat meningkatkan penerimaan petani, penerimaan petani dapat meningkatkan kas petani. Kas petani dapat meningkatkan ketersediaan biaya pemasaran, ketersediaan biaya pemasaran meningkatkan akses pemasaran. Kemudahan dalam mengakses pasar dapat menurunkan kepercayaan di antara petani. Kepercayaan meningkatkan motivasi untuk berkoperasi, motivasi berkoperasi meningkatkan jalinan kemitraan dalam pemasaran kentang.
Pada simpal kausal yang keempat, dapat dijelaskan bahwa motivasi untuk memperoleh kentang sebagai bahan baku pembuatan keripik kentang secara kontinu, dapat meningkatkan jalinan kemitraan antara industri dengan petani. Jalinan kemitraan dapat meningkatkan transfer teknologi kepada petani sehingga pemahaman teknik budidaya yang benar sesuai SOP meningkat. Pemahaman teknik budidaya menyebabkan penerapan budidaya kentang sesuai SOP meningkat. Budidaya kentang sesuai SOP dapat meningkatkan produktivitas
kentang. Produktivitas meningkat menyebabkan kuantitas hasil kentang meningkat. Kuantitas hasil kentang meningkat menyebabkan kentang yang dapat dikirim ke industri semakin meningkat, sehingga secara kuantitas kebutuhan kentang industri untuk bahan baku pembuatan keripik kentang terpenuhi. Kebutuhan bahan baku kentang terpenuhi dapat meningkatkan motivasi untuk bermitra. Keterkaitan variabel-variabel pada simpal kausal tersebut membentuk umpan balik positif. Artinya semakin tinggi motivasi untuk memperoleh kentang sebagai bahan baku pembuatan keripik kentang secara kontinu, maka semakin tinggi keinginan pihak industri untuk menjalin kemitraan dalam pemasaran dengan petani kentang.
Pada simpal kausal yang kelima, dapat dijelaskan bahwa transfer teknologi kepada petani mengakibatkan pemahaman teknologi pascapanen petani meningkat sehingga petani dapat meningkatkan kualitas hasil kentang. Semakin tinggi kualitas kentang yang dihasilkan maka semakin terpenuhi kualitas kentang sesuai yang dipersyaratkan oleh industri. Terpenuhinya kualitas kentang sesuai yang dipersyaratkan oleh industri maka semakin terpenuhi kebutuhan kentang untuk bahan baku pembuatan keripik kentang. Umpan balik yang terjadi pada keterkaitan antar variabel pada simpal kausal tersebut merupakan umpan balik positif. Artinya semakin tinggi motivasi untuk memperoleh kentang berkualitas sebagai bahan baku pembuatan keripik kentang secara kontinu, maka semakin tinggi motivasi untuk bermitra dengan petani kentang dikemudian hari, sehingga kebutuhan kentang sebagai bahan baku pembuatan keripik kentang secara kualitas terpenuhi.
Pada simpal kausal yang keenam, hubungan antar variabelnya menghasilkan umpan balik positif. Adanya motivasi untuk memperoleh bahan baku pembuatan keripik kentang dapat meningkatkan kemitraan dengan petani, kemitraan dalam pemasaran kentang dapat meningkatkan komitmen hanya menjual kentang kepada industri. Komitmen menjual kentang hanya kepada industri meningkatkan pengiriman kentang ke industri. Pengiriman kentang ke industri menyebabkan semakin terpenuhinya kebutuhan kentang untuk bahan baku pembuatan keripik. Terpenuhinya kebutuhan kentang untuk bahan baku pembuatan keripik dapat meningkatkan motivasi pihak industri untuk bermitra dengan petani kentang.
138
Hubungan Kemitraan Non Formal Petani dan Bandar
Gambar 2. Diagram Simpal Kausal Menjalin Kemitraan Non Formal Petani dan Bandar dalam Pemasaran Kentang
Sebagian besar petani yang tidak tergabung dalam koperasi, untuk memasarkan kentang melakukan hubungan kemitraan non formal dengan pedagang perantara yaitu dengan bandar dan pedagang grosir kentang di pasar lokal/pasar induk. Kemitraan ini terjalin karena adanya hubungan timbal balik yang saling membutuhkan. Hubungan timbal balik pada kemitraan non formal antara petani dengan bandar dan grosir dalam rantai pasok kentang di Kabupaten Bener Meriah, berawal di satu pihak adanya keterbatasan kas petani kentang, dan di pihak lain adanya kepemilikan modal yang relatif besar yaitu di pihak bandar dan pedagang grosir di pasar lokal/pasar induk. Hal tersebut memunculkan motivasi di pihak pedagang untuk mengontrol atau mengendalikan petani agar pedagang memperoleh keuntungan dengan cara mengikat petani dengan memberi pinjaman modal kepada petani baik untuk usaha budidaya kentang maupun untuk keperluan lainnya, dengan tujuan agar petani yang diberi pinjaman berkomitmen hanya menjual kentang tersebut kepada pedagang pemberi pinjaman.
Berdasarkan Gambar 2, pada simpal kausal yang pertama hubungan antar variabelnya menghasilkan umpan balik negatif. Adanya kepemilikan kas yang relatif besar di pedagang perantara kentang meningkatkan motivasi untuk
mengontrol petani agar pedagang lebih mudah memperoleh kentang. Motivasi mengontrol petani dapat meningkatkan pemberian pinjaman keuangan kepada petani. Pemberian pinjaman dapat meningkatkan komitmen petani hanya menjual ke pedagang pemberi pinjaman.
Komitmen hanya menjual ke pedagang pemberi pinjaman meningkatkan pengiriman kentang ke pedagang pemberi pinjaman. Pengiriman kentang ke pedagang pemberi pinjaman menurunkan kesempatan penjualan kentang ke pedagang lain. Kesempatan menjual ke pedagang lain meningkatkan transparansi informasi harga kentang. Transparansi harga kentang menurunkan asimetri informasi harga kentang. Asimetri informasi harga kentang meningkatkan tekanan harga kentang di petani. Tekanan harga kentang menurunkan harga jual kentang di tingkat petani. Harga jual kentang meningkatkan penerimaan petani, penerimaan petani meningkatkan kas petani. Kas petani dapat meningkatkan pembayaran utang petani ke pedagang. Pembayaran utang petani meningkatkan penurunan utang petani. Penurunan utang petani meningkatkan kas pedagang, kas pedagang meningkatkan motivasi mengontrol petani.
Pada simpal kausal yang kedua hubungan antar variabelnya menghasilkan umpan balik negatif. Komitmen hanya menjual
kepada pedagang pemberi pinjaman Pengiriman kentang ke pedagang pemberi pinjaman Kesempatan menjual ke pedagang lain Transparansi informasi harga kentang
Asimetri informasi harga kentang di pasaran umum
Tekanan terhadap harga jual kentang petani
Harga jual kentang petani Penerimaan petani mitra pedagang Keuntungan petani mitra pedagang Biaya produksi kentang
petani mitra pedagang Volume produksi
kentang petani mitra pedagang Produksi kentang
petani mitra pedagang
Kas / Modal petani kentang mitra pedagang Pinjaman keuangan dari pedagang Kepercayaan pedagang kepada petani Pembayaran utang petani ke pedagang pemberi pinjaman Penurunan utang petani ke pedagang pemberi pinjaman Kas / Modal pedagang Motivasi untuk mengontrol petani + + + + - + - + - + + + + + + + - + + + + + + + B1 B2 R3 R4 R5 R6