• Tidak ada hasil yang ditemukan

575Tiada rasa bosan untuk mengingatkan dirimu –wahai Abdurrahman pendusta dengan

Dalam dokumen PERAN HIZBIYYIN DALAM DAURAH MASYAYIKH YORDAN (Halaman 133-135)

ucapanmu sendiri sebagai bentuk kesempurnaan dari kehinaan dakwah Hizbiyyah- Dustaiyyahmu :

“Akan tetapi segala puji bagi Allah, kekuatan mereka hancur berkeping-keping sehingga hilang dan lenyaplah kekuatan mereka. Tersingkaplah keburukan mereka, permusuhan diantara mereka sendiri sangat sengit, mereka bercerai-berai, dan ini adalah pelajaran bagi orang yang mau mengambil pelajaran. Sesungguhnya Allah tidak akan memperbaiki perbuatan orang- orang yang merusak.

Sekalipun mereka melakukan suatu perbuatan yang mereka inginkan untuk mengelabui manusia...dan sekalipun mereka merubah kulit-kulit (baju-baju) mereka untuk menjelekkan dan mengacaukan....dan sekalipun mereka membaguskan penampilan mereka, untuk menyembunyikan kejelekan mereka.

Semua itu –dan selainnya- sekali-kali tidak akan ada kelangsungannya atau perbaikannya, sekali-kali tidak akan berjalan bersamanya amal kebenaran yang jelas, justru ia akan hilang dan meleleh serta tidak akan kembali”

Dan jangan kalian lupa bahwa artikel ini adalah salah satu realisasi dari tantangan kalian: “SILAKAN ANDA JELASKAN INI SEMUA KEPADA PARA ULAMA SALAF, DAN JANGAN ANDA SEMUA SEMBUNYIKAN PENYIMPANGAN-PENYIMPANGAN KAMI, SEBENTAR LAGI PARA ULAMA DARI MARKAS AL-IMAM AL-ALBANI AKAN DATANG…”

(Salafindo.com - Situs Resmi Mahad Ali Al-Irsyad Surabaya.htm,jawaban terhadap Abu Intan, Jakarta, 26/08/2005 11:09:36 WIB)

A. Mukadimah Daurah Masyayikh Yordan ke-5, Pembelaan Terhadap Ahmad Surkati As-Sudani-

Syaikh Ali Hasan berkata:

“Kebenaran itu lebih besar dari seorangpun diantara kami...”73

(Nasehat Syaikh Ali Hasan dan Syaikh Musa Nasr, abusalma.bahaya.net)

Setelah –Syaikh Ali Hasan- pada Tabligh Akbar di Masjid Istiqlal pada tanggal 5 Desember 2004 (kaitan acara Daurah ke-4) mentazkiyah sercara luar biasa kepada pendiri Al-Irsyad Al-Islamiyyah ini, maka pada daurah ke-5 pun (setelah menerima berbagai bukti- bukti penyimpangan Surkati, Al-Irsyad dan ta’awun mereka dengan berbagai organisasi Hizbiyyah yang ada di negeri ini maupun di luar negeri, yang dikirimkan via pos langsung ke Al-Albani Center di Yordania, via e-mail dan via fax) maka pada pembukaan daurah beliau (lagi-lagi) memuji dan melakukan pembelaan terhadap As-Surkati As-Sudani dengan menjelaskan bahwa di masanya, di negeri ini yang penduduknya banyak menganut tasawwuf dan pengagungan terhadap kubur, kesyirikan yang merajalela, kebid’ahan dan kesesatan; tidak ada seorangpun (ketika itu) yang menyeru untuk menentang bid’ah, syirik sampai menyeleksi hadits-hadits dha’if dan maudhu’. Selengkapnya:

“Kita di dalam daurah – daurah, pelajaran-pelajaran, majlis-majlis serta tulisan-tulisan kita tidak pernah fanatik terhadap seorangpun dari masyayikh meski tinggi kedudukannya. Sesungguhnya kita mencari petunjuk dari Al-Qur’an dan sunnah, kita mengagungkan orang yang mengagungkan Al-Qur’an dan sunnah, kita membantah orang yang menyelisihi keduanya dengan bantahan yang tegak diatas keadilan dan jauh dari metode menimbang yang rusak yang tujuannya untuk mematikan kebenaran serta menghinakan para pengikut kebenaran. Jika demikian perkaranya maka tidaklah tersembunyi lagi bagi kita keadaan Syaikh Ahmad Surkati rhm yang merupakan pendiri pertama Jam’iyyah Al-Irsyad, kita mengetahui sejarahnya tapi kita tidak fanatik kepada beliau serta tidak menjadikannya sebagai hizbiyah. Namun yang wajib diketahui oleh setiap yang memiliki akal dan pandangan bahwa Syaikh Surkati rhm hidup dinegeri ini 1 abad yang lalu dan pada saat itu negeri ini menjadi lahan subur bagi sufisme / tasawuf, penyembah kubur, kesyirikan, bid’ah dan kesesatan.Tidak ada pada waktu itu da’i yang menyeru manusia untuk menolak bid’ah, syirik, bahkan hadits lemah maupun palsu (selain beliau)74. Dan didalam majalah beliau 73

Ucapan beliau inilah yang melandasi kami –yang miskin ini- untuk memberanikan diri memberikan beberapa catatan ringan atas pidato beliau ketika pembukaan daurah Masyayikh yang ke-5.

74

Dari mana beliau mendapatkan informasi bahwa hanya As-Surkati As-Sudani yang berdakwah di kala itu???!!!! Siapa yang memberikan masukan informasi keliru yang sangat fatal tersebut? Ini adalah salah satu bukti dari sekian banyak bukti bahwa beliau benar-benar dipermainkan! Sungguh sangat jahat orang-orang yang berani

“Adz-Dzakhiirah”75 terdapat bab-bab yang diulang-ulang tentang penjelasan hadits lemah dan palsu terlebih lagi tentang dialog ilmiah yang amat banyak untuk membela sunnah, akan tetapi (secara jujur) beliau terpengaruh dengan madrasah /pemikiran Syaikh Muhammad Abduh dan Rasyid Ridho76 dan beliaupun memiliki kesalahan-kesalahan77. Namun beliau mengagungkan Al-Qur’an dan sunnah. Seandainya Allah memberi umur panjang kepada beliau dan memberi kesempatan kepadanya untuk pindah dan bertemu para ulama’ lalu dijelaskan yang benar maka orang yang seperti beliau ini (da’i pengagung kebenaran, Al-Qur’an dan Sunnah) akan kembali kepada kebenaran. Adapun yang membandingkan antara dakwah salafiyah sekarang di Indonesia atau yang lainnya dengan dakwah salafiyah pada zaman Syaikh Surkati satu abad yang lampau maka ini adalah perbandingan yang dzalim dan tidak benar. Apabila ada yang ingin mengetahui keadaan seseorang maka hendaklah dia mengenal sekelilingnya, fakta serta madrasah/pemikiran yang selaras ataupun yang menyelisihinya. Kita mengatakan seperti ini karena sebagian orang menyangka bahwa kita atau saudara-saudara kita yang mengadakan daurah serta ma’had (Ali Al-Irsyad .pent ) –secara khusus- memuji Syaikh Surkati atas kesalahan- kesalahannya. Tidak, Kita tidak memuji melainkan yang sesuai dengan kebenaran. Ini daurah yang kelima dan merupakan yang pertama disebutkan tentang Syaikh Surkati rhm meskipun mungkin dahulu pernah disebut secara sepintas. Kita sebutkan hal ini berdasar keyakinan dan amanat (ilmiah) agar kita tidak mendzolimi atau terdzolimi”(Mukadimah Syaikh Ali Hasan Hafidhahullah pada Daurah ke-5, Salafindo.com)

Kita katakan:

“Rabbi, maka janganlah Engkau jadikan aku berada diantara orang-orang yang dzalim” (Q.S. Al-Mukminun:94)

Sesungguhnya, kesesatan dan penyelewengan terhadap syari’at Islam dan manhaj Ahlus Sunnah, menyeleksi (baca:menolak dan mengingkari) hadits-hadits Shahih tentang turunnya Isa ‘Alaihis Salam dan keluarnya Imam Mahdi, penghinaan dan pelecehan terhadap dakwah tauhid (khususnya yang diemban oleh Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab), ba’iat sesat yang menjadi ciri khas Sufiyyah dan Ahlul Bid’ah serta kelompok-kelompok Hizbiyyah, mengagumi dan menyayangi gembong besar PKI di masa itu, menjadi corong dakwah PAN Islamisme sekaligus pengekor Jamaluddin Al-Afghani Ar-Rafidhi Al-Masuny agen Yahudi serta Muhammad Abduh Al-Mu’tazili sehingga dengannya Surkati dengan Al-Irsyadnya mempermainkan para ulama!! Dimana para da’i “Salafy Wisma Erni” yang berdatangan dari seluruh penjuru tanah air ketika khutbah ini (tidak ada para da’i selain Surkati di kala itu!!)) dikumandangkan?? Bukankah mereka semua adalah warga negara Indonesia yang sedikit banyak tentu mengetahui sejarah dakwah Islamiyyah di Indonesia?? Kenapa mereka semua diam?? Apakah tidak ada yang berusaha untuk meluruskan “pembengkokan” sejarah ini? Ataukah….mereka yang dengan mudah dan gampangnya mencap orang lain sebagai Ruwaibidhah, ashaghir, anak- anak ingusan yang jahil lagi bodoh, muqallid-fanatik ternyata mereka sendirilah yang…….Allahul Musta’an.

Satu pertanyaan kepada para da’i Salafi Wisma Erni , kenapa pengaruh kesesatan Al-Afghani Ar-Rafidhi sebagaimana yang diakui sendiri oleh As-Sudani di majalahnya sendiri (Adz-Dzakhirah Al-Islamiyyah) yang ternyata tidak diungkapkan oleh Syaikh (hanya menyebut pengaruh Abduh dan Rasyid Ridha saja!!) kalian hanya diam membisu dan duduk terpaku??

Wallahi, Demi Allah, jawablah dengan jujur apakah kalian memiliki majalah As-Surkati itu ataukah tidak?? Padahal kalian telah bahu membahu untuk membela dakwahnya!! Kalau kalian katakan tidak memiliki majalah tersebut, ilmu dan informasi apa yang melandasi kalian untuk membela Surkati dan dakwahnya?? Bahkan mempertahankan label Kesalafiyyahannya!! Kalau kalian memiliki buku tersebut dan tahu benar kesesatan As- Sudani dan Hizbul Irsyadnya sementara kalian berdiam diri ketika nama Al-Afghani “tidak disebutkan”, maka ini adalah suatu bentuk pengkhianatan besar terhadap seluruh kaum Muslimin!! Upaya “pendangkalan” terhadap kesesatan As-Sudani!! Kalau kalian menjawab tidak tahu menahu permasalahan ini sementara kalian berwala’ kepada mereka dan dakwahnya, apakah pantas anak-anak ingusan ini mengingatkan kalian dengan satu bab di Shahih Bukhari yang berbunyi “Al-Ilmu Qabla Qaul wal Amal”??! Lihatlah ke belakang, sesungguhnya kalian tidaklah sendirian. Syabab dan kaum Muslimin menunggu kejelasan dan ketegasan sikap kalian, hendak ke arah mana mereka kalian arahkan? Semoga Allah memberikan hidayahnya kepada kita semuanya. Amin.

75

Bukankah majalah ini telah menjadi saksi seruan dakwah Pan-Islamisme/Wihdatul Firqahnya As-Sudani? Khurafiyna..Syi’iyna…Kharijiyna?! Wahhaby…Musyaddid!!

76

Di mana Jamaluddin Al-Afghani Ar-Rafidhi Al-Baabi Al-Irani Al-Masuni Al-Ibrani agen rahasia Yahudi Freemasonry dengan Pan-Islamisme bersembunyi dari dakwah Pan-Islamisme/Wihdatul Firqah As-Sudani dan Irsyadinya sebagaimana bukti di atas?! Justru Jamaluddin-lah yang terbesar pengaruhnya di sisi As-Surkati As-Sudani dan Hizbul Irsyadnya!! Ingat, “Khurafiyna..Syi’iyna…Kharijiyna, Wahhaby…Musyaddid!!”

77

Dari bukti dan penjelasan yang telah lalu –Alhamdulillah- dapat kita buktikan bahwa Jamaluddin Al-Afghani Ar- Rafidhi Al-Masuny Al-Ibrani-lah yang berpengaruh besar terhadap manhaj As-Surkati dan Al-Irsyadnya! Pan- Islamisme, sebagaimana Ikwanul Muslmin dakwahnya untuk merangkul berbagai sekte sesat dan menyesatkan baik dengan pengorbanan harta dan jiwa yang diserukannya adalah bukti tak terbantahkan betapa besarnya pengaruh Al-

577

Dalam dokumen PERAN HIZBIYYIN DALAM DAURAH MASYAYIKH YORDAN (Halaman 133-135)

Garis besar

Dokumen terkait